Wagub Kalbar Krisantus Resmikan Pastoran Santo Filipus Mentebah, Minta Umat Katolik Jadi Pelopor Cegah Karhutla

Penulis: Zainul Arifin  •  Senin, 21 September 2026 | 11:46:01 WIB
Wagub Kalbar Krisantus Kurniawan menandatangani prasasti peresmian Pastoran Santo Filipus Mentebah, Kapuas Hulu, Jumat (18/9/2026).

KAPUAS HULU — Wakil Gubernur Kalimantan Barat Krisantus Kurniawan meresmikan Pastoran Paroki Santo Filipus Mentebah, Keuskupan Sintang, di Dusun Bangan Permai, Desa Tanjung Intan, Kecamatan Mentebah, Kabupaten Kapuas Hulu, Jumat (18/9/2026). Peresmian ditandai penandatanganan prasasti dan pemotongan pita oleh Wagub, setelah prosesi pemberkatan oleh Uskup Keuskupan Sintang Mgr. Samuel Oton Sidin OFM.Cap.

Pemberkatan diawali pemercikan air suci oleh Uskup Sintang. Kegiatan berlangsung khidmat dan dihadiri Bupati Kapuas Hulu, jajaran Forkopimda, Pastor Paroki Santo Filipus Mentebah, tokoh agama, tokoh adat, serta ratusan umat Katolik setempat.

Pastoran yang baru diresmikan akan menjadi pusat pelayanan pastoral sekaligus tempat tinggal para imam yang melayani umat di wilayah Paroki Santo Filipus Mentebah yang mencakup sejumlah desa.

Krisantus: Pastoran Jadi Rumah Nyaman bagi Para Pastor

Krisantus menyampaikan ucapan selamat atas diresmikannya pastoran tersebut. Ia berharap bangunan itu menjadi tempat yang nyaman bagi para pastor dan pusat pelayanan yang membawa berkat bagi seluruh umat.

"Atas nama Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, saya mengucapkan selamat dan proficiat atas diresmikannya Pastoran Paroki Santo Filipus Mentebah. Semoga pastoran ini menjadi rumah yang nyaman bagi para pastor dan menjadi pusat pelayanan yang membawa berkat bagi seluruh umat," ujar Krisantus.

Wagub juga mendorong umat agar semakin aktif dalam pelayanan serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah. Menurutnya, keberadaan pastoran dapat memperkuat kehidupan umat Katolik sekaligus mempererat persaudaraan dan kebersamaan masyarakat di Kabupaten Kapuas Hulu.

Gereja Dinilai Mitra Strategis Pembangunan Manusia

Krisantus menempatkan Gereja sebagai salah satu mitra strategis pemerintah dalam pembangunan manusia. Pembinaan iman, pendidikan nilai moral, dan pelayanan sosial dinilai berperan penting membentuk generasi muda yang berintegritas serta peduli terhadap lingkungan dan sesama.

"Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menekankan bahwa pembangunan manusia tidak bisa hanya mengandalkan aspek material, tetapi juga harus menyentuh dimensi spiritual dan moral. Gereja melalui pelayanan pastoral memiliki peran strategis dalam membentuk pribadi yang berintegritas, disiplin, dan berdaya saing," tuturnya.

Ia juga menegaskan komitmen Pemprov Kalbar mendukung kehidupan beragama dan menjaga kerukunan antarumat. Keberagaman masyarakat Kalbar disebutnya sebagai kekuatan yang harus dirawat melalui toleransi, persaudaraan, dan kebersamaan.

"Kalbar ini miniatur Indonesia. Toleransi kita sangat kuat. Pemerintah hadir untuk semua agama. Pembangunan rumah ibadah dan fasilitas pelayanan keagamaan seperti ini merupakan bagian dari upaya kita membangun manusia Kalbar yang beriman dan berakhlak mulia," tegasnya.

Pesan dari Mimbar Gereja untuk Cegah Karhutla

Di tengah ancaman kebakaran hutan dan lahan yang masih muncul di sejumlah wilayah Kalbar, Krisantus mengajak umat Katolik menjaga kelestarian lingkungan. Ia menyebut hutan sebagai titipan Tuhan untuk anak cucu.

"Saya titip pesan kepada seluruh umat yang hadir di sini. Mari kita jaga hutan kita, jaga lingkungan kita. Hutan adalah titipan Tuhan untuk anak cucu kita," kata Krisantus.

Ia mengingatkan pembakaran hutan dan lahan tidak hanya menimbulkan asap yang berdampak ke masyarakat, tetapi juga merusak lingkungan. Wagub yakin umat Katolik di Mentebah mencintai alam dan bisa menjadi contoh bagi masyarakat lain.

"Kalau kita membakar hutan dan lahan, bukan hanya asap yang menyengsarakan orang banyak, tetapi juga merusak lingkungan dan ciptaan Tuhan. Saya yakin umat Katolik di Mentebah ini sangat mencintai alam dan bisa menjadi contoh bagi masyarakat lainnya," ungkapnya.

Krisantus meminta para pastor dan tokoh agama turut menyampaikan pesan pencegahan karhutla melalui khotbah maupun kegiatan keagamaan dan kemasyarakatan. Menurutnya, pesan dari mimbar gereja dapat menjangkau banyak umat.

"Gereja punya peran penting. Satu pesan dari pastor di mimbar dapat didengar oleh umat. Tolong bantu pemerintah untuk mengedukasi masyarakat. Kalau melihat titik api, segera laporkan kepada Babinsa, Bhabinkamtibmas, BPBD, atau pihak berwenang terdekat," pesannya.

Misa Syukur dan Ramah Tamah Menutup Rangkaian Acara

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan Misa Syukur yang dipimpin langsung Uskup Sintang Mgr. Samuel Oton Sidin OFM.Cap. Acara ditutup dengan ramah tamah dan makan bersama antara Wagub Kalbar, jajaran pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh adat, umat, serta masyarakat yang hadir.

Reporter: Zainul Arifin
Sumber: sekadau.suarakalbar.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top