Hotspot di Kalimantan Barat Turun Drastis Jadi 435 Titik per 8 September 2026, Ketapang Masih Tertinggi dengan 286 Titik

Penulis: Zainul Arifin  •  Rabu, 09 September 2026 | 11:31:31 WIB
Petugas memantau titik panas di Kalimantan Barat yang tercatat 435 titik pada 8 September 2026, dengan konsentrasi tertinggi di Kabupaten Ketapang.

PONTIANAK — BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Supadio mendeteksi 435 titik panas di Kalimantan Barat pada 8 September 2026, periode pukul 00.00–23.00 WIB. Angka ini turun drastis dibandingkan hari-hari sebelumnya. Namun, sebaran hotspot masih terkonsentrasi di wilayah selatan provinsi.

Kabupaten Ketapang menyumbang mayoritas titik panas, yakni 286 titik. Jumlah itu berarti lebih dari separuh total hotspot di Kalbar berada di kabupaten tersebut.

Sebaran Hotspot: Ketapang Dominasi, Sambas dan Melawi Menyusul

Setelah Ketapang, Kabupaten Sambas mencatatkan 49 titik. Disusul Melawi 43 titik, Kayong Utara 30 titik, dan Kubu Raya 17 titik. Wilayah di luar lima kabupaten itu terpantau relatif bersih dari titik panas.

Tingkat kepercayaan data bervariasi. Dari total 435 titik, 47 titik masuk kategori kepercayaan tinggi, 375 titik menengah, dan 13 titik rendah.

Penurunan Jadi Sinyal Positif, Kewaspadaan Tetap Diperlukan

Penurunan jumlah hotspot menjadi kabar baik di tengah upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang gencar dilakukan pemerintah daerah dan aparat. Namun, 47 titik dengan tingkat kepercayaan tinggi tetap perlu diwaspadai karena berpotensi memicu asap tebal.

Masyarakat di wilayah terdampak diminta tidak melakukan pembakaran lahan dalam kondisi apa pun. Pelaku karhutla terancam sanksi pidana sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Reporter: Zainul Arifin
Sumber: kalbarnews.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top