PONTIANAK — Kemarau panjang yang melanda Kalimantan Barat membuat jalur distribusi utama komoditas sawit, Sungai Kapuas, tidak bisa dilalui kapal pengangkut CPO. Kondisi ini memaksa pabrik kelapa sawit di lima kabupaten wilayah timur menghentikan operasional atau memangkas kuota pengolahan TBS secara drastis.
Indra Rustandi menjelaskan, penyusutan debit air sungai membuat akses distribusi CPO dan buah sawit menjadi lumpuh. Akibatnya, tangki penampungan CPO di sejumlah pabrik sudah mencapai kapasitas penuh.
"Saat ini, akses sungai yang biasa digunakan untuk distribusi CPO dan buah sawit tidak dapat dilalui karena air yang surut. Kondisi inilah yang memaksa pabrik-pabrik di wilayah Sanggau, Sekadau, Sintang, Melawi, hingga Kapuas Hulu menghentikan operasionalnya atau membatasi kuota pengolahan TBS sawit sekitar 200 hingga 300 ton per hari," kata Indra melalui pesan suara, Selasa (8/9/2026).
Dampak langsung dirasakan petani sawit di lapangan. Sebagian dari mereka harus berpindah-pindah daerah, misalnya dari Sintang ke Sekadau atau dari Sekadau ke Sanggau, demi mencari pabrik yang masih menerima pasokan buah.
"Saat ini, petani harus mengantre selama 1 hingga 2 hari di pabrik yang masih beroperasi," jelas Indra.
Ia menambahkan, situasi semakin pelik lantaran musim kemarau juga memicu kabut asap. Jarak tempuh yang lebih jauh ke pabrik pun berpotensi menurunkan harga jual TBS di tingkat petani karena kualitas buah yang menurun.
Indra mengingatkan adanya risiko lain yang mengintai para pekebun. Jika buah tidak segera dipanen dan dijual, kebun sawit mereka terancam terbakar akibat kondisi lahan yang kering.
"Ancaman lainnya jika tak cepat panen dan menjual hasil kebun, petani menghadapi risiko kebun sawit yang terbakar akibat musim kemarau," tambahnya.
Menghadapi persoalan yang terus berulang setiap musim kemarau ini, Apkasindo Kalbar berkoordinasi cepat dengan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) serta Pemerintah Daerah Provinsi Kalbar. Langkah tersebut diambil untuk mencari solusi jangka pendek maupun panjang agar rantai pasok TBS dan distribusi CPO tidak terganggu total.