Pertamina Target Produksi Minyak 708.000 BOPD dan Gas 3.139 MMscfd pada 2027

Penulis: Yoga Permadi  •  Jumat, 04 September 2026 | 12:43:01 WIB
Pertamina menargetkan produksi minyak sebesar 708.000 barel per hari (BOPD) pada 2027.

KALIMANTAN BARAT — Langkah ini menjadi sinyal penting bagi industri hulu migas nasional, terutama di tengah upaya pemerintah menahan laju penurunan produksi sumur-sumur tua. Kenaikan produksi minyak sebesar 113.000 BOPD dalam satu tahun bukan perkara mudah, mengingat butuh tambahan investasi eksplorasi dan pengeboran yang masif.

Dari sisi gas, Pertamina menargetkan produksi 3.139 million standard cubic feet per day (MMscfd) pada periode yang sama. Gas menjadi fokus utama karena permintaannya terus tumbuh, baik untuk pembangkit listrik, industri pupuk, maupun kebutuhan rumah tangga yang semakin bergantung pada jaringan gas kota.

Kontribusi PHE dan Konsep Mega Proyek Hulu

PHE sebagai motor produksi hulu Pertamina tidak bekerja sendirian. Perusahaan mengandalkan sejumlah proyek strategis yang sedang berjalan, termasuk pengembangan lapangan baru dan optimalisasi lapangan eksisting di berbagai wilayah kerja dalam dan luar negeri. Beberapa aset utama seperti lepas pantai Mahakam, Rokan, dan area Indonesia Timur disebut menjadi penyumbang terbesar produksi.

Realisasi target 2027 akan sangat tergantung pada selesainya proyek-proyek besar tepat waktu. Investasi hulu migas memang memiliki siklus panjang, sehingga keputusan final investasi (FID) yang diambil tahun ini akan menentukan produksi tiga hingga empat tahun mendatang.

Mengapa Target Ini Menentukan Masa Depan Energi Nasional

Naiknya produksi minyak dan gas domestic memiliki efek berantai. Setiap tambahan produksi berarti pengurangan impor minyak mentah dan LPG, yang selama ini membebani neraca perdagangan. Bagi masyarakat, pasokan gas yang stabil juga berarti harga bahan pokok dan listrik bisa lebih terkendali karena biaya bahan bakar pembangkit menjadi lebih murah.

Di sisi hulu, capaian produksi ini akan memperkuat posisi tawar Pertamina di kancah global. Dengan produksi minyak di atas 700.000 BOPD, perusahaan pelat merah itu mampu bersaing dengan perusahaan minyak menengah dunia dan tetap menarik bagi mitra internasional untuk kerja sama eksplorasi.

Langkah Nyata Sepanjang 2026

Sebelum mengejar target 2027, Pertamina tetap fokus pada target jangka pendek tahun 2026 yang dipatok di angka 595.000 BOPD untuk minyak. Perusahaan menyadari bahwa pencapaian tahun berjalan menjadi fondasi kredibilitas bagi rencana-rencana besar berikutnya. Semakin konsisten realisasi 2026, semakin kuat argumentasi Pertamina saat mencari pendanaan proyek 2027.

Industri hulu migas global memang sedang berubah. Banyak perusahaan besar mulai mengalihkan belanja modalnya ke energi baru terbarukan, tetapi Pertamina justru mempertahankan investasi hulu fosil sambil tetap merintis transisi energi. Strategi ganda ini diambil karena permintaan energi dalam negeri yang makin meningkat belum bisa sepenuhnya dipenuhi oleh sumber terbarukan.

Target 708.000 BOPD pada 2027 bukan hanya angka di atas kertas. Jika terealisasi, Indonesia akan mampu mengurangi ketergantungan impor minyak secara signifikan dan memperkuat ketahanan energi nasional dalam menghadapi gejolak geopolitik global.

Reporter: Yoga Permadi
Sumber: dunia-energi.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top