Kemarau dan Kabut Asap Makin Parah di Kalimantan Barat, MUI Imbau Umat Islam Gelar Salat Istisqa 29 Agustus

Penulis: Zainul Arifin  •  Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:28:31 WIB
MUI Kalbar mengimbau umat Islam menggelar salat Istisqa pada 29 Agustus sebagai respons atas kemarau dan kabut asap yang semakin parah.

PONTIANAK — Imbauan bersama itu ditandatangani MUI Kalbar, Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kalbar, Kanwil Kementerian Agama Kalbar, Rektor IAIN Pontianak, dan Imam Besar Masjid Raya Mujahidin pada Senin (24/8). Ketua Umum MUI Kalbar, Basri HAR, mengingatkan jemaah yang hadir untuk menggunakan masker selama mengikuti rangkaian ibadah.

"Jangan lupa menggunakan masker, karena kabut asap semakin tebal," ucap Basri dalam keterangannya, Senin (24/8).

Alasan di Balik Imbauan Salat Istisqa

Basri menjelaskan, langkah ini merupakan respons atas analisis dinamika atmosfer dari Stasiun Klimatologi Kelas II Kalimantan Barat. Lembaga tersebut mencatat defisit curah hujan ekstrem serta potensi kekeringan berkepanjangan yang melanda hampir seluruh kabupaten dan kota di provinsi ini.

Selain itu, data Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat menunjukkan peningkatan signifikan kasus ISPA. Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di sejumlah titik telah melampaui ambang batas kategori tidak sehat, diperparah dengan eskalasi sebaran titik panas (hotspot) yang dilaporkan Pusdalops-PB BPBD Kalbar.

Jemaah di Daerah Lain Diminta Gelar Salat Mandiri

MUI Kalbar mempersilakan lembaga pendidikan, pondok pesantren, serta MUI kabupaten/kota se-Kalimantan Barat yang tidak bisa hadir di Pontianak untuk melaksanakan salat Istisqa secara mandiri di wilayah masing-masing.

Sebelum pelaksanaan salat, umat Islam dianjurkan menyempurnakan ikhtiar sesuai tuntunan sunnah. Beberapa amalan yang disarankan antara lain taubat nasuha, memperbanyak istighfar, memohon maaf atas kesalahan antar-sesama, serta menghentikan total tindakan merusak alam seperti pembakaran lahan liar.

Puasa Sunnah Tiga Hari dan Tata Cara Pelaksanaan

"Kami juga mengimbau masyarakat untuk berpuasa sunnah selama tiga hari berturut-turut menjelang hari pelaksanaan salat istisqa. Memperbanyak sedekah, menyambung tali silaturahmi, serta menyelesaikan," jelas Basri.

Pada hari pelaksanaan, jemaah dianjurkan mengenakan pakaian sederhana tanpa hiasan berlebihan, hadir dengan rasa tunduk (tawadhu), serta mengajak anak-anak dan keluarga ke lapangan terbuka.

Basri menambahkan, apabila hujan lebat turun sebelum waktu pelaksanaan, maka salat Istisqa ditiadakan. Sebagai gantinya, umat Islam dianjurkan melakukan sujud syukur. "Ya. Kalau turun hujan lebat dan berlanjut salat istisqa' tidak dilaksanakan, dianjurkan sujud syukur," pungkasnya.

Reporter: Zainul Arifin
Sumber: pontianakpost.jawapos.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top