PONTIANAK — PWNU Kalbar meminta pelaksanaan salat minta hujan itu tidak sekadar menjadi ritual seremonial. Dalam edaran yang ditandatangani empat pimpinan tertinggi wilayah, organisasi ini menekankan pentingnya memperbanyak istighfar, taubat, dan amal saleh sebagai bagian dari ikhtiar spiritual memohon pertolongan Allah SWT.
“Pelaksanaan shalat Istisqa’ hendaknya disertai dengan memperbanyak istighfar, taubat, amal saleh, doa, dan munajat kepada Allah SWT,” demikian bunyi imbauan yang dikutip dari siaran pers yang diterima redaksi, Selasa (26/8/2026).
PWNU Kalbar menegaskan momentum ini diharapkan menjadi sarana introspeksi diri bagi seluruh warga. Selain memohon turunnya hujan yang membawa keberkahan, kegiatan ini juga dimaksudkan untuk meningkatkan ketakwaan dan kesadaran kolektif akan kondisi lingkungan.
Ketua PWNU Kalbar Prof. Dr. KH. Syarif, MA, bersama Rais KH. M. Isma'il Ghofur, Katib KH. Muchtarul Aziz, dan Sekretaris H. Mokh. Ridwan, S.Ag menandatangani langsung surat edaran tersebut di Pontianak. Terbitnya surat ini bertepatan dengan 12 Rabi’ul Awal 1448 Hijriah.
Di luar aspek spiritual, PWNU Kalbar juga menginstruksikan pengurus cabang di masing-masing daerah untuk memperkuat solidaritas sosial. Organisasi ini meminta warga NU bergotong royong memberikan perhatian khusus kepada kelompok rentan yang paling terdampak kekeringan dan kabut asap.
“Dengan kebersamaan, kepedulian, dan doa yang dipanjatkan secara sungguh-sungguh, diharapkan Allah SWT memberikan pertolongan, menurunkan hujan yang bermanfaat, serta memberikan keselamatan dan keberkahan bagi seluruh masyarakat Kalimantan Barat,” tulis PWNU dalam pernyataan resminya.
PWNU menilai kepedulian antarwarga menjadi bagian penting yang tidak bisa dipisahkan dari upaya menghadapi bencana. Bantuan logistik air bersih dan masker dinilai menjadi kebutuhan mendesak yang harus difasilitasi oleh pengurus ranting hingga cabang di wilayah terdampak.
Imbauan ini keluar di tengah meningkatnya titik panas yang terpantau di sejumlah kabupaten/kota di Kalimantan Barat. Kondisi cuaca kering akibat fenomena El Nino membuat sejumlah lahan gambut rawan terbakar, sehingga diperlukan kewaspadaan ekstra dari seluruh elemen masyarakat.