Menteri Kehutanan Raja Antoni turun langsung ke Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, untuk memastikan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berjalan optimal. Kedatangannya atas perintah langsung Presiden Prabowo Subianto untuk mengecek kondisi terkini di lapangan, Senin (24/2). Berdasarkan data Sipongi per 23 Agustus 2026, jumlah hotspot di Kalbar tersisa 28 titik.
PONTIANAK — Menteri Kehutanan Raja Antoni meninjau langsung lokasi karhutla di Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, untuk memastikan upaya pemadaman berjalan sesuai instruksi Presiden Prabowo Subianto. Dalam kunjungan itu, ia mengecek kondisi lahan bersama Gubernur Kalbar Ria Norsan, jajaran TNI/Polri, BNPB, BMKG, serta tim Manggala Agni Kementerian Kehutanan.
“Saya hadir di Kalbar hari ini diminta oleh Pak Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan apa yang menjadi perintah beliau berjalan dengan baik,” kata Raja Antoni usai peninjauan.
Api Hilang tapi Asap Gambut Masih Mengepul di Rasau Jaya Tiga
Penurunan jumlah hotspot tidak otomatis menghilangkan ancaman kabut asap. Saat meninjau Rasau Jaya Tiga, Raja Antoni mendapati api di permukaan sudah tidak terlihat, namun asap tebal masih keluar dari dalam tanah gambut.
“Angka hotspot ini tidak selalu beriringan dengan kabut asap. Saya tadi turun di salah satu titik di Kubu Raya, di Rasau Jaya Tiga, api sudah tidak ada, tapi asap dari gambut masih sangat terlihat,” ujarnya.
Karakter Gambut: Api di Bawah Permukaan Sulit Dipadamkan
Raja Antoni menjelaskan, karakteristik lahan gambut membuat proses pemadaman jauh lebih rumit dibandingkan kebakaran di lahan mineral. Api dapat membakar di bawah permukaan tanah dan menghasilkan emisi dalam jumlah besar.
“Karena pada dasarnya, sekali lagi, gambut ini memang paling sulit dipadamkan. Apinya ada di bawah, dan produksi asapnya, CO2-nya sangat luar biasa,” jelasnya.
Pendinginan Terus Dilakukan Agar Bara di Dalam Gambut Padam Total
Ia meminta seluruh unsur terkait melanjutkan proses pendinginan dan pemadaman secara menyeluruh. Langkah ini penting untuk memastikan bara api di kedalaman gambut benar-benar padam dan tidak memicu kebakaran baru di kemudian hari.
Raja Antoni menegaskan, pemerintah bersama TNI, Polri, dan Manggala Agni akan terus memperkuat penanganan karhutla dengan menyesuaikan langkah berdasarkan perkembangan kondisi di lapangan.
“Alhamdulillah, berkat kerja sama semua pihak, TNI, Polri, di darat maupun di udara, termasuk teman-teman Manggala Agni Kementerian Kehutanan yang berjuang tanpa lelah bersama-sama,” pungkasnya.