Serial 100 Years of Solitude Rilis Episode Final, Margarita Rosa de Francisco Ikut Bintangi

Penulis: Wisnu Wardana  •  Selasa, 18 Agustus 2026 | 20:42:31 WIB
Margarita Rosa de Francisco bergabung dalam serial *100 Years of Solitude* yang menayangkan episode finalnya di Netflix.

KALIMANTAN BARAT — Bagian kedua serial 100 Years of Solitude kini sudah bisa ditonton di Netflix. Adaptasi dari novel yang dianggap mustahil difilmkan ini menutup kisah keluarga Buendía dengan episode spesial yang tayang terpisah.

Menghidupkan Novel yang Dianggap Mustahil Difilmkan

Margarita Rosa de Francisco, yang dikenal luas lewat sinetron Café Con Aroma de Mujer, bergabung sebagai Fernanda del Carpio. Ia mengaku merasakan tekanan besar saat memerankan karakter dari karya sastra yang sangat dihormati.

"Sangat menakutkan memerankan karakter dalam karya yang relevan dan penting, yang oleh banyak kritikus disebut mustahil untuk difilmkan," ujar de Francisco. "Yang harus kami lakukan adalah menemukan diri kami dalam karya itu agar tetap setia, dan kami harus mempercayai para penulisnya."

Naskah bagian kedua ditangani oleh José Rivera, Natalia Santa, Camila Brugués, dan María Camila Arias.

Pemeran Baru dan Momen Mengharukan di Set

Selain de Francisco, serial ini juga memperkenalkan Estefanía Piñeres sebagai Amaranta Úrsula, Emmanuel Restrepo sebagai José Arcadio, dan Sebastián Osorio sebagai Aureliano Babilonia. Osorio, yang pernah bermain di Pasión de Gavilanes, merasakan hal yang sama—campuran antara antusiasme dan rasa gentar.

Piñeres mengaku sempat tidak percaya saat pertama kali menginjakkan kaki di lokasi syuting. "Saya masuk dan melihat semua aktor yang memerankan keluarga Buendía, mereka ada di sana karena akan muncul sebagai hantu... itu momen yang sangat surreal. Saya seperti berjalan masuk ke rumah Buendía dan melihat mereka semua berkumpul," kenangnya.

Dampak Ekonomi untuk Industri Film Kolombia

Produksi serial ini menjadi suntikan besar bagi industri pertelevisian Kolombia. Emmanuel Restrepo menyebut proyek ini melibatkan 1.500 orang pekerja, termasuk pengrajin lokal yang membangun kembali kota fiksi Macondo.

"Begitu banyak hal yang harus selaras agar produksi ini bisa berjalan... kami punya 1.500 orang bekerja. Saya belum pernah melihat yang seperti ini, dan semoga saya bisa mengalaminya lagi," kata Restrepo.

Siapa di Balik Kamera?

Sebanyak tujuh episode di bagian kedua disutradarai oleh Laura Mora dan Carlos Moreno. Episode penutup digarap oleh Alex García López, yang sebelumnya menangani The Witcher. Produksi ditangani oleh rumah produksi Dynamo yang berbasis di Bogotá.

Dengan tayangnya episode final ini, Netflix menuntaskan salah satu adaptasi sastra paling ambisius tahun ini, sekaligus membuktikan bahwa karya García Márquez bisa diterjemahkan ke layar kaca dengan tetap mempertahankan nuansa magisnya.

Reporter: Wisnu Wardana
Sumber: deadline.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top