SINGKAWANG — Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali melumpuhkan transportasi udara di Kalimantan Barat. Seluruh penerbangan yang dijadwalkan berangkat dari Bandara Singkawang pada Minggu (16/8) dipastikan batal terbang lantaran jarak pandang yang tidak memenuhi syarat keselamatan.
Kepala Satuan Pelayanan Bandara Singkawang, Ilham Hafizi, membenarkan pembatalan tersebut. Menurutnya, kondisi visibilitas di kawasan bandara sejak pagi hari dinilai sangat membahayakan untuk operasional pesawat.
"Kami sudah berkoordinasi dengan BMKG dan pihak maskapai. Karena jarak pandang sangat terbatas akibat kabut asap, maka penerbangan hari ini terpaksa kami batalkan," ujarnya di Singkawang, Minggu.
Ilham menjelaskan, jarak pandang minimum yang dipersyaratkan untuk sebuah penerbangan tidak pernah terpenuhi sepanjang pagi. Biasanya, kabut asap mulai berkurang saat matahari naik, namun hingga siang hari kondisi di sekitar bandara belum menunjukkan perbaikan yang signifikan.
Kondisi ini diperparah dengan sumber kabut asap yang diduga berasal dari sejumlah titik karhutla yang masih aktif di beberapa wilayah Kalimantan Barat dalam beberapa hari terakhir.
Pembatalan ini diambil dengan pertimbangan utama, yaitu keselamatan penumpang, awak pesawat, dan seluruh pengguna jasa penerbangan. Pihak bandara tidak mau mengambil risiko terhadap operasional yang berpotensi membahayakan jiwa manusia.
"Untuk saat ini kami masih menunggu pembaruan dari BMKG. Mudah-mudahan kondisi segera membaik sehingga penerbangan dapat kembali beroperasi," katanya menambahkan.
Pihak Bandara Singkawang bersama BMKG dan maskapai saat ini masih terus memantau perkembangan cuaca secara real-time. Keputusan untuk melanjutkan atau kembali membuka operasional penerbangan akan diumumkan menyusul hasil pemantauan tersebut.
Ilham mengimbau para calon penumpang yang terdampak pembatalan untuk tidak menunggu di bandara tanpa kepastian. Ia meminta penumpang untuk aktif berkoordinasi dengan maskapai penerbangan masing-masing.
"Penumpang juga diminta menghubungi pihak maskapai atau mengecek informasi terbaru melalui kanal resmi bandara," tegasnya.
Meski jadwal penerbangan dibatalkan, petugas Bandara Singkawang tetap bersiaga di posnya masing-masing. Mereka akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait hingga kondisi memungkinkan bagi penerbangan untuk kembali dilaksanakan secara normal dan aman.