KALIMANTAN BARAT — Penurunan ini terjadi setelah pencabutan insentif pajak federal senilai USD 7.500 (sekitar Rp 120 juta) yang dilakukan pemerintahan Trump pada akhir September 2025. Data dari Mobility Global menunjukkan total registrasi EV baru hanya mencapai 100.515 unit pada Juni, pertama kalinya angka ini menembus enam digit sejak September tahun lalu.
Menariknya, kontraksi pasar hampir seluruhnya ditanggung oleh merek non-Tesla. Registrasi gabungan dari hampir tiga lusin merek lain anjlok 31 persen menjadi 38.702 unit. Sementara itu, Tesla justru mencatat kenaikan registrasi 8 persen menjadi 61.813 unit dibanding periode yang sama tahun lalu.
Kesuksesan Tesla tidak lepas dari performa Model Y. Crossover andalan pabrikan asal Austin, Texas itu tercatat menguasai 42 persen pangsa pasar EV secara nasional hanya dari satu model saja. Reputasi Tesla sebagai merek EV paling populer disebut menjadi pendorong utama pertumbuhan di tengah lesunya permintaan.
Pangsa pasar EV secara keseluruhan memang turun dari 8,6 persen menjadi 6,9 persen dari total pasar light-vehicle AS. Namun, angka ini masih lebih baik dari prediksi terburuk para analis yang memperkirakan penurunan hingga 50 persen dan pangsa pasar hanya 4-5 persen pada 2026.
Di belakang Tesla, Rivian bertengger di posisi kedua dengan 4.535 registrasi, hanya turun tipis 1,7 persen. Van komersialnya mencatat pertumbuhan impresif 43 persen menjadi 2.061 unit, meski model R1T dan R1S sama-sama mengalami penurunan. Pangsa pasar Rivian naik ke 4,5 persen.
Posisi tiga dan empat ditempati Chevrolet dan Hyundai yang sama-sama terpeleset. Chevrolet jatuh 57 persen ke 4.094 unit dengan pangsa pasar merosot dari 8,4 persen menjadi 4,1 persen. Equinox EV menjadi biang keladi dengan penurunan registrasi 78 persen, meski hatchback Bolt yang baru kembali dijual mencatatkan 1.371 unit. Hyundai menyusul dengan 4.011 registrasi atau turun 23 persen.
Kabar baiknya, Cadillac hanya turun 4,6 persen dengan 3.931 registrasi dan pangsa pasar 3,9 persen. Insentif dari pabrikan juga masih tinggi, rata-rata USD 7.290 per unit atau sekitar 13 persen dari harga transaksi rata-rata, menunjukkan upaya agresif untuk menarik pembeli di tengah pasar yang lesu.
Secara kumulatif, registrasi EV pada paruh pertama 2026 mencapai 492.651 unit atau turun 21 persen. Namun, pencapaian ini dinilai masih lebih kuat dari perkiraan skeptis yang membayangkan penurunan jauh lebih dalam.