KALIMANTAN BARAT — Kepala BNPB Suharyanto mengatakan opsi rekayasa cuaca tersebut disiapkan bersamaan dengan operasi water bombing. "Selain water bombing, BNPB menyiapkan dukungan OMC yang pelaksanaannya disesuaikan dengan perkembangan kondisi cuaca dan kebutuhan di lapangan," kata dia dilansir ANTARA, Kamis (6/8).
Integrasi pemadaman udara ini dirancang untuk memperkuat tim gabungan darat yang selama ini terhalang oleh tebing-tebing terjal di lereng Kaldera Bromo. Titik api yang berada di area terisolasi menjadi sasaran utama operasi gabungan ini agar api tidak meluas ke kawasan hutan konservasi lain di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).
Penanganan darurat skala besar ini didasari atas penetapan Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan serta Karhutla oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Status tersebut tertuang dalam Keputusan Gubernur Nomor 100.3.3.1/327/013/2026 dan berlaku selama 180 hari, terhitung sejak 26 Mei hingga 6 Oktober 2026.
Suharyanto menegaskan ketersediaan status siaga darurat ini memberi kemudahan akses bagi pemerintah pusat untuk menyalurkan bantuan armada helikopter hingga teknologi modifikasi cuaca. Tanpa status tersebut, prosedur birokrasi penyaluran bantuan lintas daerah biasanya memakan waktu lebih lama.
Menunjang proses pemadaman, BNPB mengimbau seluruh pihak untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi puncak musim kemarau. Imbauan ini disertai arahan untuk mematuhi kebijakan penutupan sementara kawasan wisata dalam wilayah TNBTS.
Penutupan area wisata dilakukan demi mempermudah pergerakan tim gabungan dan memastikan keselamatan pengunjung. Sebelumnya, foto udara memperlihatkan kendaraan pengangkut wisatawan yang masih melintasi kepulan asap dari kawasan Blok Bantengan, Probolinggo, Jawa Timur, sebelum status siaga darurat diperpanjang.
Pemerintah Kabupaten Probolinggo turut menerbitkan Keputusan Bupati Nomor 300.2/326/426.32/2026 terkait siaga darurat karhutla yang berlaku hingga 5 Oktober 2026. Langkah ini memperkuat payung hukum daerah terdampak dalam mengerahkan sumber daya penanggulangan kebakaran.
Penggunaan OMC dan helikopter water bombing diharapkan mampu menjangkau titik-titik api yang terisolasi, sehingga tidak meluas ke area hutan konservasi lainnya. Operasi ini menjadi krusial mengingat medan Kaldera Bromo yang ekstrem menyulitkan akses petugas darat.