KALIMANTAN BARAT — Alphabet, perusahaan induk Google, mengumumkan perubahan besar dalam struktur kepemimpinan tim riset kecerdasan buatannya, Google DeepMind (GDM), pada hari ini. Demis Hassabis, yang selama ini memimpin GDM sebagai CEO, memilih untuk mundur dari tugas operasional harian. Ia akan fokus pada peran barunya sebagai Chair of GDM dan Chief Scientist of Alphabet, sebuah posisi yang ia yakini akan memberinya ruang lebih untuk mengarahkan masa depan AGI (Artificial General Intelligence).
Dalam pernyataan resminya, CEO Alphabet Sundar Pichai mengatakan peran baru ini memungkinkan Hassabis untuk memberikan perhatian penuh dalam membentuk masa depan AGI. Hassabis sendiri menyebut perubahan ini sebagai langkah untuk mendapatkan "waktu dan ruang" agar bisa fokus pada gambaran besar.
"Kita telah tiba di momen penting dalam sejarah manusia. Saya telah bekerja menuju AGI sepanjang hidup saya dan sekarang, seperti banyak dari Anda, saya merasa hal itu sudah dekat. Sangat penting bagi kita semua untuk mengambil langkah berikutnya dengan benar," ujar Hassabis, menggambarkan keyakinannya terhadap perkembangan AGI.
Koray Kavukcuoglu, yang sebelumnya menjabat Chief Technology Officer (CTO) GDM, kini resmi ditunjuk sebagai Senior Vice President (SVP) GDM yang melapor langsung ke Sundar Pichai. Kavukcuoglu akan mengawasi pengembangan model Gemini, riset AI Frontier, serta tim aplikasi dan developer Gemini.
Pichai menilai Kavukcuoglu adalah sosok yang tepat untuk memimpin babak baru GDM. "Koray telah berada di DeepMind sejak awal, dan selama 13 tahun ia memulai tim deep learning kami dan memimpin terobosan seperti WaveNet dan DQN," kata Pichai. Hassabis juga memberikan dukungan penuh, menyebut Kavukcuoglu sebagai salah satu pakar AI terkemuka dunia dan yakin model Gemini berada di tangan yang tepat, termasuk untuk pengembangan model terbaru seperti Gemini 4.
Kabar mengejutkan lainnya datang dari Jeff Dean. Ilmuwan legendaris Google yang dikenal sebagai salah satu arsitek utama infrastruktur AI perusahaan itu memutuskan untuk keluar dan mendirikan perusahaan baru bernama Discovery Loop. Perusahaan yang berbentuk public benefit corporation ini akan fokus mempercepat penemuan di bidang machine learning (ML), sains, dan teknik.
Dean tidak sendirian. Oriol Vinyals, yang selama ini menjabat sebagai salah satu pimpinan proyek Gemini, juga ikut bergabung ke Discovery Loop. Google disebut-sebut akan menjadi investor pendiri dan mitra Cloud untuk perusahaan anyar tersebut, dengan rencana kolaborasi pada kerangka riset sistem ML dan infrastruktur terkait.
Meski melepas jabatan CEO GDM, Hassabis akan tetap menjabat sebagai CEO Isomorphic Labs, perusahaan spin-off DeepMind yang berfokus pada penggunaan AI untuk mempercepat penemuan obat. Ia menegaskan komitmennya terhadap aplikasi AI di bidang kesehatan.
"Seperti yang sering saya katakan, saya selalu percaya bahwa aplikasi AI nomor satu adalah untuk meningkatkan kesehatan manusia. Sudah waktunya AI membuktikan nilainya yang tak terbantahkan bagi dunia, dan cara terbaik untuk menunjukkan hal itu adalah dengan membantu menyembuhkan penyakit seperti kanker," tegas Hassabis.
Dengan restrukturisasi ini, Alphabet memperkuat posisinya di lini depan riset AI global. Hassabis yakin perusahaan memiliki semua yang dibutuhkan untuk memimpin, mengingat mereka adalah satu-satunya entitas yang memiliki tumpukan teknologi lengkap dari infrastruktur, cloud, hingga aplikasi berbasis AI. "Kami memiliki semua bahan untuk memimpin dari sini, dan saya sangat yakin kami akan melakukannya," pungkasnya.