KALIMANTAN BARAT — Keputusan AC Milan menebus Goncalo Ramos dengan biaya transfer tertinggi dalam sejarah klub mendapat sorotan tajam dari Goal. Banderol €75 juta yang dibayarkan ke PSG dianggap tidak masuk akal, terutama karena Ramos bukanlah striker pilihan pertama di Parc des Princes.
Goncalo Ramos menghabiskan mayoritas waktunya di PSG dengan duduk di bangku cadangan. Pelatih Luis Enrique justru lebih percaya pada Ousmane Dembele sebagai "false nine", sebuah keputusan yang jelas tidak menguntungkan bagi pemain asal Portugal tersebut.
Di level internasional pun, Ramos masih berada di belakang Cristiano Ronaldo yang kini berusia 41 tahun. Situasi ini membuat tim-tim papan atas enggan mengantre untuk merekrutnya, apalagi dengan nilai transfer yang disebut-sebut absurd.
Meski begitu, Milan tetap nekat. Kesepakatan ini bahkan disebut melibatkan Jorge Mendes dan memicu teori konspirasi di Italia, mengingat pemilik Milan Gerry Cardinale memiliki hubungan baik dengan presiden PSG Nasser Al-Khelaifi.
Dari sudut pandang PSG, ini adalah keuntungan luar biasa. Mereka menemukan pihak yang bersedia membayar mahal untuk pemain cadangan yang tidak menjadi starter dalam satu pun laga Liga Champions musim lalu.
Dana dari penjualan Ramos akan menutupi lebih dari separuh kebutuhan PSG untuk merekrut Yan Diomande, pemain yang dinilai bakal meningkatkan kualitas serangan mereka. Goal memberi nilai A+ untuk PSG dalam kesepakatan ini.
Sebaliknya, Milan mendapat nilai D+. Meski Ramos diyakini bisa mencetak gol di Serie A dan cocok dengan skema Ruben Amorim, transfer ini tetap dianggap sebagai perjudian besar. Ini adalah pembelian termahal di Italia sejak Inter merekrut Romelu Lukaku, tetapi Ramos tidak menawarkan jaminan gol yang setara.
Bagi Ramos sendiri, kepindahan ini adalah peluang yang sudah lama dinanti. Sejak mencetak hat-trick untuk Portugal di Piala Dunia 2022, ia belum pernah dipercaya menjadi pemeran utama. Roberto Martinez memilih tetap memakai Ronaldo, dan di PSG ia hanya menjadi supersub.
Kini, Ramos akan menjadi ujung tombak utama Milan, salah satu klub terbesar di dunia. Tekanan untuk membenarkan banderol harganya akan sangat besar, tetapi inilah momen baginya untuk mengubah narasi kariernya. Goal memberi nilai A untuk kepindahan ini dari sisi sang pemain.
Di bursa yang sama, Chelsea disebut bakal mendapatkan sosok mentor sempurna untuk Joao Pedro. Danny Welbeck, striker yang selalu bisa diandalkan, dinilai tepat membimbing pemain muda asal Brasil tersebut di Stamford Bridge.
Pengalaman Welbeck di level tertinggi Inggris dan Eropa diyakini akan membantu Joao Pedro beradaptasi dengan cepat. Kehadirannya diharapkan memberi dimensi baru bagi lini serang Chelsea musim depan.