PONTIANAK — DPD Partai Golkar Kota Pontianak memasuki babak baru regenerasi kepemimpinan. Musda yang digelar pada 2 Agustus 2026 di Hotel Novotel Pontianak menjadi forum tertinggi untuk memilih ketua definitif periode berikutnya.
Ketua Steering Committee (SC) Musda, Isnadi, menegaskan tidak semua kader bisa serta-merta maju. Dari total 11 pemilik hak suara, setiap bakal calon wajib mengantongi dukungan minimal 30 persen atau setara empat suara.
“Ketentuan ini memastikan setiap kandidat memiliki dukungan yang memadai sebelum mengikuti proses pemilihan,” ujar Isnadi.
Ketua DPD Partai Golkar Kota Pontianak, Beby Nailufa, menyebut persiapan Musda telah mencapai 70 persen. Panitia membuka pendaftaran bakal calon ketua mulai besok, dengan pengembalian formulir dan penutupan pendaftaran pada Sabtu malam.
“Musda adalah amanat organisasi yang harus dilaksanakan sebagai bagian dari regenerasi kepemimpinan. Pergantian ini seharusnya sudah berlangsung pada 2025,” kata Beby.
Ketua Organizing Committee (OC), Akbar Ramadhan, memperkirakan sekitar 300 peserta hadir dalam pembukaan Musda. Mereka terdiri dari jajaran pengurus DPD, pengurus kecamatan, hingga pengurus kelurahan.
Musda DPD Partai Golkar Kota Pontianak tidak hanya memilih ketua baru, tetapi juga merumuskan arah kebijakan dan program kerja partai untuk periode kepengurusan berikutnya.