SINGKAWANG — Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, membeberkan sejumlah strategi pemerintah daerah dalam memperkuat sektor kesehatan di tengah kompleksitas tantangan yang kian beragam. Ia menyebut, mulai dari penyakit tidak menular, isu kesehatan mental, hingga transformasi digital dalam layanan kesehatan menjadi pekerjaan rumah yang harus dijawab oleh para tenaga kesehatan.
“Pemerintah Kota Singkawang terus berkomitmen memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan, baik dari sisi jumlah maupun kualitas. Kami juga mendorong adanya link and match antara dunia pendidikan dengan kebutuhan pelayanan kesehatan di daerah,” ujarnya saat menjadi narasumber kuliah umum di Poltekkes Kemenkes Pontianak Kampus Singkawang, Senin (27/7).
Dalam paparannya, Tjhai Chui Mie merinci sejumlah kebijakan yang telah dan akan dijalankan. Upaya tersebut mencakup peningkatan pelayanan di puskesmas dan rumah sakit, penguatan sumber daya manusia (SDM) kesehatan, serta sinergi dengan institusi pendidikan untuk mencetak tenaga kesehatan yang profesional dan berintegritas.
Kegiatan kuliah umum itu sendiri mengangkat tema “Arah Kebijakan Pemerintah Pusat dan Daerah dalam Pengembangan Tenaga Kesehatan dan Keperawatan Menuju Cita-Cita serta Peran Strategis Tenaga Kesehatan dalam Pembangunan Kesehatan Indonesia.”
Wali Kota juga memberikan pesan khusus kepada para mahasiswa keperawatan yang hadir. Ia menekankan bahwa mahasiswa tidak hanya dituntut memiliki kemampuan akademik dan keterampilan teknis, tetapi juga harus menjunjung tinggi nilai kemanusiaan serta etika profesi.
“Jadilah tenaga kesehatan yang tidak hanya hebat secara ilmu, tetapi juga memiliki hati. Karena tugas kalian adalah melayani, menyembuhkan, dan memberikan harapan kepada masyarakat,” pesannya.
Lebih lanjut, Tjhai Chui Mie mengingatkan bahwa transformasi digital dalam layanan kesehatan menuntut para nakes untuk mampu beradaptasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Hal ini menjadi syarat mutlak agar layanan kesehatan di daerah bisa mengimbangi kebutuhan masyarakat yang terus berubah.
Melalui kuliah umum tersebut, para mahasiswa diharapkan memperoleh wawasan lebih luas mengenai arah kebijakan pembangunan kesehatan nasional dan daerah. Kegiatan itu juga diharapkan memotivasi mahasiswa untuk berkontribusi dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan menuju masyarakat Indonesia yang sehat, mandiri, dan sejahtera.