Nobar Final Piala Dunia 2026 di Pontianak, Ribuan Warga Padati Jalan Rahadi Oesman hingga Larut Malam

Penulis: Vikri Alfandi  •  Senin, 20 Juli 2026 | 22:45:31 WIB
Ribuan warga memadati Jalan Rahadi Oesman, Pontianak, untuk mengikuti nobar final Piala Dunia 2026.

PONTIANAK — Kerumunan mulai terbentuk sejak beberapa jam sebelum kick-off. Warga dari berbagai penjuru kota berdatangan, berebut posisi terbaik di sepanjang jalan protokol yang ditutup untuk acara tersebut. Sorak-sorai pendukung kedua tim tak pernah surut sepanjang laga, menciptakan atmosfer yang menegangkan hingga peluit panjang dibunyikan.

Wali Kota: Final Terbaik yang Pernah Saya Saksikan

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, turut hadir di tengah masyarakat. Ia menilai pertandingan final kali ini layak disebut sebagai yang terbaik sepanjang sejarah Piala Dunia yang ia saksikan.

“Final Piala Dunia tahun 2026 ini menurut saya partai final yang terbaik. Sampai menit terakhir, sampai perpanjangan waktu, masih menegangkan,” ujarnya usai pertandingan.

Edi yang sejak awal menjagokan Spanyol mengapresiasi permainan agresif dan sportif tim Matador. Menurutnya, mereka mampu mempertahankan kualitas permainan hingga akhir laga.

Anak Muda Dominasi Nobar, Sepak Bola Tetap Lintas Generasi

Dari pantauan di lokasi, mayoritas penonton yang hadir adalah kalangan anak muda. Edi menilai hal ini menunjukkan sepak bola masih menjadi olahraga paling diminati lintas generasi, apalagi dengan banyaknya pemain bintang dunia yang tampil.

“Kalau kita lihat di tempat-tempat nonton bareng, memang didominasi anak-anak muda. Mereka punya idola-idola yang bermain,” tambahnya.

Ia juga mengaku bangga dengan antusiasme warga yang rela keluar rumah pada dini hari. Menurut Edi, kegiatan nobar bukan sekadar hiburan, tetapi juga mempererat silaturahmi dan kebersamaan antarwarga.

“Antusiasme masyarakat Kota Pontianak luar biasa. Ribuan masyarakat yang nonton pada malam hari ini,” katanya.

Warga: Sensasi Nonton Bareng Tak Tergantikan

Salah seorang warga Sungai Jawi, Wandi, mengaku sengaja datang lebih awal agar bisa menikmati suasana nobar. Menurutnya, menyaksikan pertandingan secara bersama-sama menghadirkan sensasi yang berbeda dibanding menonton di rumah.

“Kalau nonton ramai-ramai begini rasanya beda. Semua ikut tegang, ikut teriak, dan ikut senang waktu Spanyol juara,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Reza, warga Pontianak Utara. Ia menilai nobar menjadi hiburan positif sekaligus ajang reuni bersama teman-teman lamanya.

“Ini nonton sama teman-teman kuliah dulu. Jadi silaturahmi juga. Apalagi finalnya seru sampai akhir,” katanya.

Kemenangan Spanyol disambut riuh tepuk tangan dan sorakan para pendukung yang memadati lokasi. Momen tersebut sekaligus menutup gelaran Piala Dunia 2026 dengan penuh kemeriahan, memperlihatkan besarnya kecintaan masyarakat Pontianak terhadap sepak bola dunia.

Reporter: Vikri Alfandi
Sumber: suarakalbar.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top