KALIMANTAN BARAT — Laga final di New Jersey Stadium, Senin (20/7/2026) dini hari WIB, berjalan dengan tempo yang aneh. Spanyol menguasai pertandingan sejak menit awal, memaksa Argentina bertahan dalam-dalam. Tapi sepuluh tembakan yang mereka lepaskan tak satu pun berbuah gol.
Kiper Aston Villa itu menjadi aktor utama kegagalan Spanyol. Di menit kelima, Lamine Yamal nyaris membuka keunggulan setelah umpan 1-2 dengan Dani Olmo, namun Martinez sigap mengamankan bola.
Mikel Oyarzabal juga punya peluang emas di menit ke-38 lewat sepakan first time dari depan kotak penalti, tapi masih tepat di pelukan Martinez. Dua peluang beruntun Spanyol di menit 77 dan 79—tembakan Pedri dan sepakan sudut sempit Pau Cubarsi—juga gagal karena kiper Argentina itu.
Argentina mendapat pukulan telak di menit ke-43 ketika bek andalan Lisandro Martinez harus ditarik keluar karena cedera paha kanan. Nicolas Otamendi masuk menggantikan dan langsung berjibaku memotong umpan-umpan Spanyol.
Petaka datang lagi di menit ke-94. Gelandang Enzo Fernandez menerima kartu kuning kedua setelah melanggar keras Cubarsi, membuat Argentina bermain dengan 10 orang di sisa waktu normal plus perpanjangan waktu. Kartu kuning pertama di laga ini sebelumnya diberikan kepada Lisandro Martinez di menit ke-40 karena melanggar Oyarzabal.
Spanyol memasukkan Nico Williams dan Mikel Merino di menit ke-75 untuk menambah daya gedor. Ferran Torres nyaris mencetak gol lewat sundulan di menit ke-67, tapi lagi-lagi Martinez menangkap bola.
Peluang terakhir Spanyol di injury time datang dari tendangan bebas Yamal di depan kotak penalti yang memaksa Martinez terbang menepis bola. Skor 0-0 bertahan hingga peluit panjang berbunyi, memaksa laga lanjut ke perpanjangan waktu 2x15 menit.