LANDAK — Ancaman sanksi adat itu disampaikan Bupati Landak Karolin Margret Natasa saat membuka secara resmi turnamen sepak bola "Ankar Bahana Karimawatn 103 Cup 2026" di Lapangan Karya Bakti Karangan, Desa Karangan, Kecamatan Mempawah Hulu, pada Sabtu (18/7/2026). Ajang ini digelar dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Karolin yang juga menjabat sebagai Ketua KONI Kabupaten Landak itu secara spesifik mengingatkan suporter dan penonton agar tidak saling mengompori. Ia menegaskan, setiap bentuk perkelahian atau provokasi akan ditindak tegas melalui mekanisme adat setempat.
"Para penonton juga dilarang saling mengompor, jangan sampai ada keributan, perkelahian dan segala macam. Kalau ada ribut, di-adat boh! Sudah ada Pak Ketua DAD, jadi siapkan adatnya siapa yang bikin ribut diadatkan," ujar Karolin dalam sambutannya.
Tak hanya kepada penonton, Bupati juga menekankan soliditas internal panitia. Ia mengingatkan agar tidak ada perselisihan terkait anggaran yang bisa mengganggu jalannya turnamen. "Yang penting panitia beres. Ndak boleh betinju (berkelahi). Kalau aman panitianya kompak, nyaman kita ngurusnya. Tapi kalau sudah mulai berkelahi, ribut soal anggaran dan dana, saya pusing. Biasanya kita lebih baik pindah penyelenggara atau kita selenggarakan di tempat yang lain," tegasnya.
Ketua Panitia Turnamen, Petrus Bakus, mengungkapkan animo peserta sangat besar. Sebanyak 48 tim dari lima kabupaten/kota di Kalimantan Barat telah mendaftar, yakni Landak, Bengkayang, Mempawah, Pontianak, dan Kubu Raya.
"Untuk pemainnya mungkin mencakup seluruh Kalimantan Barat karena ini open turnamen jadi pemainnya banyak yang 'beli' (transfer)," jelas Petrus. Ia menambahkan, para peserta akan memperebutkan piala bergilir yang saat ini masih dipegang oleh juara bertahan, Tim Padapuran.
Turnamen ini mempertandingkan total 104 laga. Babak awal menggunakan sistem setengah kompetisi fase grup, dilanjutkan sistem gugur pada babak berikutnya.
Karolin mengapresiasi inisiatif pemuda setempat yang konsisten menggelar kegiatan olahraga ini setiap tahun. Ia berharap turnamen ini bisa menjadi agenda tahunan di Desa Karangan.
"Di lapangan bola ini setiap tahun diselenggarakan kegiatan sepak bola oleh anak-anak dari Ankar dan saya sangat mengapresiasi inisiatif dari anak-anak muda untuk bisa menghadirkan pertama rekreasi bagi masyarakat. Kedua adalah untuk melihat potensi bakat dari minat bagi anak-anak muda di Kabupaten Landak," kata Karolin.
Petrus Bakus menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Landak dan KONI yang telah mendukung penuh penyelenggaraan ajang ini. "Terima kasih kepada Ibu Ketua KONI sekaligus bupati kita karena sudah mempromosikan kegiatan ini dan menjadi donatur untuk kegiatan ini," pungkasnya.