PONTIANAK — Harisson mengingatkan bahwa pembangunan dan modernisasi yang terus berlangsung di Kalbar turut membawa tantangan lingkungan, mulai dari persoalan sampah, polusi, hingga menurunnya kualitas kebersihan dan keindahan kota. Ia menyebut isu ini kini menjadi perhatian strategis nasional.
Menurut Harisson, empat pilar dalam Gerakan Indonesia ASRI—aman, sehat, resik, dan indah—merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. "Lingkungan yang bersih dan indah akan menciptakan kondisi yang sehat dan aman sekaligus menjadi fondasi perubahan perilaku masyarakat agar semakin peduli terhadap kebersihan lingkungan," ujarnya.
Ia menambahkan, ke depan kerja bakti atau kurve harus terus dilaksanakan secara rutin. Hal ini membutuhkan dukungan dari TNI, Polri, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Kalimantan Barat, Suherman, menjelaskan bahwa pelaksanaan gerakan ini mengacu pada arahan Presiden dalam Rapat Koordinasi Pemerintah Pusat dan Daerah pada 2 Februari 2026. Dasar hukumnya adalah Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 6.11/889/SD serta surat dari Direktorat Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri tertanggal 26 Juni 2026.
Rangkaian kegiatan di Kalbar meliputi kerja bakti bersama yang melibatkan ASN, TNI, Polri, dan masyarakat. Selain itu, dilakukan penanaman 50 pohon, pasar murah sebanyak 1.000 paket sembako, pembagian perlengkapan sekolah kepada 75 anak, serta donor darah dengan target 100 pendonor.
Pemerintah Provinsi Kalbar juga mengikuti pencanangan nasional yang dipusatkan di Kota Malang secara virtual. Aksi penanaman pohon difokuskan di kawasan Masjid Raya Mujahidin Pontianak, bersamaan dengan kegiatan bersih-bersih lingkungan.
Pasar murah yang digelar menyediakan 1.000 paket sembako berisi beras, minyak goreng, dan telur. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat memenuhi kebutuhan pokok di tengah tekanan ekonomi.