Anak Usaha United Tractors di Kutim Latih 120 Guru-Siswa Identifikasi Bahaya di Sekolah

Penulis: Vikri Alfandi  •  Sabtu, 11 Juli 2026 | 17:32:42 WIB
Tim SHE dan CSR PAMA memberikan pelatihan identifikasi bahaya kepada 120 guru dan siswa di Kutim.

KALIMANTAN BARAT — Pelatihan yang digelar di SMKN 1 Sangatta Utara, SMKN 2 Sangatta Utara, dan SMK Muhammadiyah 1 Sangatta Utara itu menghadirkan tim Safety, Health, and Environment (SHE) serta Corporate Social Responsibility (CSR) PAMA sebagai pemateri. Kegiatan tidak hanya berisi teori, tetapi juga praktik langsung mengidentifikasi potensi bahaya dan melakukan penilaian risiko di lingkungan sekolah.

“Kami ingin menanamkan kesadaran bahwa keselamatan bukan sekadar aturan, melainkan budaya yang harus diterapkan sejak dini,” ujar perwakilan CSR PAMA Area Kutai Timur dalam keterangan resmi, Jumat (10/7).

IBPR: Kompetensi Dasar yang Dicari Industri

Identifikasi Bahaya dan Penilaian Risiko merupakan kompetensi fundamental yang wajib dikuasai pekerja di sektor pertambangan dan industri berat. PAMA menilai, membekali siswa vokasi dengan kemampuan ini sejak dini akan membuat mereka lebih siap saat memasuki dunia kerja yang menuntut penerapan K3 secara konsisten.

Dalam pelatihan tersebut, para peserta dibekali kemampuan untuk mengenali potensi bahaya, menganalisis tingkat risiko, hingga menentukan langkah pengendalian yang tepat. Metode interaktif seperti diskusi kelompok dan simulasi lapangan digunakan agar materi mudah diserap.

Mencetak Agen Perubahan di Sekolah

Program PAMA Safe School mendapat apresiasi dari pihak sekolah. Selain memperkuat pemahaman K3LH, pelatihan ini dinilai mampu membentuk karakter siswa yang lebih disiplin, bertanggung jawab, dan peduli terhadap keselamatan diri sendiri serta orang lain.

Ke depan, PAMA berharap para kader yang telah mengikuti pelatihan bisa menjadi pelopor budaya keselamatan di lingkungan sekolah. Mereka diharapkan mampu mengimplementasikan prinsip-prinsip identifikasi bahaya dan penilaian risiko dalam setiap aktivitas sehari-hari.

“Kami berharap para guru dan siswa yang mengikuti pelatihan ini dapat menjadi agen perubahan serta menginspirasi terciptanya lingkungan sekolah yang lebih aman, sehat, dan peduli terhadap risiko di setiap aktivitas,” pungkas perwakilan CSR PAMA.

Reporter: Vikri Alfandi
Sumber: tambang.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top