Kecelakaan McLaren Andra ST hingga Terbelah Dua, Ini Risiko Nyata Supercar di Tangan Pemula

Penulis: Yoga Permadi  •  Kamis, 09 Juli 2026 | 04:32:31 WIB
Kecelakaan McLaren Andra ST mengingatkan pentingnya penguasaan teknik mengemudi supercar.

KALIMANTAN BARAT — Kecelakaan tunggal yang melibatkan mobil McLaren milik Youtuber Andra ST terjadi saat ia tengah melaju menuju Solo bersama rekannya. Mobil super asal Inggris itu tiba-tiba selip, oleng, lalu menghantam pagar, tiang telepon, dan tiang listrik berturut-turut. Benturan sedemikian keras membuat aki mobil terlempar hingga mengenai pintu kaca minimarket, dan bodi mobil patah menjadi dua bagian.

Kondisi Pengemudi dan Korban Luka

Kanit Gakkum Satlantas Polres Sukoharjo Iptu Ardian mengonfirmasi bahwa pengemudi dalam kondisi fit saat kejadian. Hasil pemeriksaan tidak menemukan indikasi pengaruh alkohol, obat-obatan terlarang, maupun rasa kantuk.

"Tidak. Kondisi pengemudi dalam keadaan fit. Tidak terpengaruh alkohol, maupun mengantuk," ucapnya.

Andra ST mengalami luka lecet di dahi, pipi kanan bengkak, serta nyeri di lengan dan kaki kiri. Sementara penumpangnya, Robby Adek Pantjoro, menderita luka dada lebam, lecet di dahi kanan, dan pendarahan telinga kiri. Keduanya dilarikan ke rumah sakit untuk perawatan.

Mengapa Supercar Begitu Sulit Dikendalikan?

Instruktur Keselamatan Berkendara dari JDDC, Jusri Pulubuhu, menekankan bahwa supercar seperti McLaren memiliki karakter yang sangat berbeda dengan mobil biasa. Godaan untuk memacu kendaraan memang besar, tetapi risikonya juga sebanding.

"Ada faktor psikis, baunya, dentuman suara knalpot ini akan memunculkan hormon endorfin, begitu kita di dalam sensasi yang namanya adrenalin naik. Ketika endorfin dibarengi adrenalin, maka logika sudah tidak main," kata Jusri.

Menurut Jusri, ada tiga bekal dasar yang wajib dikuasai sebelum mengemudikan supercar: semburan tenaga, sistem pengereman, dan performa handling. Input setir yang sedikit saja bisa menghasilkan output yang sangat besar, sehingga mobil mudah oversteer atau understeer jika tidak diantisipasi.

Handling Ekstrem dan Radius Putar yang Menipu

Jusri menambahkan bahwa mobil-mobil ini tidak selincah kendaraan biasa saat bermanuver lambat seperti U-turn. "Mobil-mobil ini handling-nya beda dengan mobil biasa, input kita sedikit, outputnya besar. Tapi konyol, mobil-mobil ini tidak selincah mobil-mobil biasa saat kita u-turn, steering input sedikit saja butuh beberapa kali putaran. Artinya kita tidak bisa fleksibel," terangnya.

Ia menegaskan bahwa karakter ini harus benar-benar dipahami sebelum mengemudi. "Karakter ini betul-betul dipahami, karena salah memberikan input dia akan out," lanjutnya.

Pelajaran untuk Pemilik Supercar di Indonesia

Kasus ini menjadi cermin bagi pemilik dan pengemudi supercar di tanah air. Menguasai pedal gas saja tidak cukup. Pemahaman terhadap geometri setir, titik pengereman, serta batas traksi ban menjadi penentu utama keselamatan. Sebab, saat tenaga besar keluar di waktu yang salah, mobil sekelas McLaren pun bisa berubah menjadi puing dalam hitungan detik.

Reporter: Yoga Permadi
Sumber: oto.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top