BENGKAYANG — Pemerintah Kabupaten Bengkayang menggandeng Institut Shanti Bhuana untuk mendongkrak kualitas sumber daya manusia (SDM) lewat riset dan inovasi. Bupati Sebastianus Darwis menyebut kolaborasi ini bukan sekadar seremonial, melainkan fondasi agar Bengkayang bertransformasi menjadi pusat pengembangan pendidikan di Kalimantan Barat.
Bupati Sebastianus Darwis menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak bisa hanya bertumpu pada beton dan aspal. Menurutnya, SDM yang unggul, berkarakter, dan adaptif terhadap teknologi menjadi syarat mutlak agar Bengkayang bisa bersaing di level nasional maupun global.
"Pembangunan daerah tidak hanya bertumpu pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga harus diimbangi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta mampu bersaing di tingkat nasional maupun global," kata Sebastianus saat menerima audiensi jajaran Institut Shanti Bhuana di Bengkayang, Selasa.
Pemerintah daerah tidak memandang kampus sekadar sebagai lembaga pendidikan, melainkan mitra strategis penyusun kebijakan. Hasil riset akademik diharapkan menjadi solusi atas persoalan riil di lapangan.
Setidaknya ada delapan bidang yang bakal digarap bersama. Mulai dari peningkatan mutu pendidikan, pengembangan kapasitas tenaga pendidik, penelitian berbasis potensi daerah, pemberdayaan masyarakat desa, pengembangan UMKM, peningkatan kompetensi aparatur sipil negara (ASN), hingga transformasi digital dan inovasi daerah.
Rektor Institut Shanti Bhuana, Dr Marianus Dinata Aljina, menyambut baik langkah Pemkab Bengkayang. Pihaknya berkomitmen mengerahkan seluruh potensi Tri Dharma Perguruan Tinggi—pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat—untuk mendukung program prioritas daerah.
"Kami siap membangun kolaborasi yang lebih kuat dengan pemerintah daerah agar hasil pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat dapat berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mendukung pembangunan Bengkayang yang berkelanjutan," ujar Marianus.
Bupati Sebastianus tidak main-main dengan ambisi daerahnya. Ia ingin sinergi ini tidak hanya menghasilkan lulusan yang siap kerja, tetapi juga memperkuat posisi Bengkayang sebagai salah satu pusat pendidikan di Kalimantan Barat. Langkah ini dinilai strategis mengingat persaingan SDM antardaerah kian ketat, terutama di era digital dan hilirisasi industri.