Presiden Prabowo Berkelakar soal Nama Panglima TNI dan Kapolri yang Mirip Dirinya di Acara Petani Gorontalo

Penulis: Yoga Permadi  •  Rabu, 24 Juni 2026 | 12:36:01 WIB
Presiden Prabowo menyampaikan candaan mengenai nama Panglima TNI dan Kapolri yang mirip dirinya di acara petani Gorontalo.

KALIMANTAN BARAT — Momen santai mewarnai acara yang dihadiri ribuan petani dan nelayan di Sports Center Limboto, Gorontalo, kemarin. Presiden Prabowo menyapa jajaran pejabat tinggi negara satu per satu di panggung utama. Saat tiba giliran menyebut Panglima TNI dan Kapolri, ia menghentikan sejenak alur sambutannya.

"Panglima TNI Agus Subiyanto, Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Panglima TNI ada Subiyanto-nya, Kapolri ada Prabowo-nya. Susah kalau diganti ya," kata Prabowo, disambut riuh hadirin.

Pesan di Balik Candaan Presiden

Pernyataan itu bukan sekadar humor. Analis politik menilai candaan tersebut merefleksikan kedekatan personal Prabowo dengan dua pimpinan aparat keamanan yang sama-sama berlatar belakang militer aktif. Jenderal Agus Subiyanto merupakan lulusan Akademi Militer 1991, sementara Jenderal Listyo Sigit Prabowo berasal dari Akademi Kepolisian 1991.

Keduanya diangkat Prabowo dalam waktu berdekatan pada akhir 2023 hingga awal 2024. Agus Subiyanto menggantikan Jenderal (Purn) Agus Andrianto sebagai Panglima TNI pada November 2023, sementara Listyo Sigit Prabowo sudah menjabat Kapolri sejak Januari 2021 dan diperpanjang masa tugasnya oleh Prabowo.

Agenda Strategis di Balik Acara

Penas Petani dan Nelayan XVII sendiri mengusung agenda serius. Acara itu menjadi ajang pertukaran inovasi dan teknologi pertanian, dialog kebijakan antara petani dengan pemangku kepentingan, serta penguatan jejaring kemitraan usaha. Tujuannya mendorong peningkatan produktivitas dan kemandirian pangan nasional.

Sejumlah menteri Kabinet Merah Putih turut mendampingi presiden. Menteri Koordinator Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Menteri Transmigrasi Iftitah Sulaiman, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, dan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono hadir di lokasi.

Respons Publik dan Makna Simbolis

Cuplikan video candaan presiden langsung menyebar di grup-grup percakapan para pegawai negeri dan kalangan militer. Bagi sebagian pengamat, lelucon itu mengandung pesan politis: Prabowo memberi sinyal kepercayaan penuh kepada duet keamanan nasional yang solid.

Belum ada pernyataan resmi dari Istana maupun Sekretariat Kabinet mengenai kemungkinan perombakan jabatan TNI dan Polri dalam waktu dekat. Namun, candaan presiden di forum publik kerap digunakan sebagai alat komunikasi politik halus. "Kalau presiden bilang susah diganti, itu bisa berarti dua hal: memang tidak ada rencana mutasi, atau justru sebaliknya—sedang mempersiapkan publik," ujar seorang pengamat politik yang enggan disebut namanya.

Hingga berita ini diturunkan, baik Markas Besar TNI maupun Mabes Polri belum memberikan tanggapan resmi atas pernyataan presiden tersebut.

Reporter: Yoga Permadi
Sumber: news.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top