KALIMANTAN BARAT — Bakti Olahraga Djarum Foundation bersama MilkLife resmi menggelar MLSC All-Stars 2026 di Kudus, Jawa Tengah, Senin (22/6). Kompetisi ini mempertemukan pemain-pemain putri terbaik hasil seleksi dari 12 kota untuk memperebutkan gelar juara All-Stars.
Perubahan paling mencolok di edisi kali ini adalah penerapan format 9 lawan 9, menggantikan format 7 lawan 7 yang digunakan sebelumnya. Durasi pertandingan juga diperpanjang menjadi 2x20 menit dengan jeda 10 menit, sementara ukuran lapangan tetap 50 x 35 meter dengan gawang 2 x 5 meter.
Program Director MLSC, Teddy Tjahjono, menegaskan langkah ini bukan sekadar variasi kompetisi. “Setelah menyaring ribuan talenta dari berbagai kota, kami membawa para calon srikandi terbaik ke panggung All-Stars di Kudus dengan satu tujuan besar, yakni mematangkan mental juara dan mempersiapkan mereka menjadi fondasi masa depan Tim Nasional Putri Indonesia,” ujar Teddy di Supersoccer Arena, Kudus.
Daftar peserta meliputi Jakarta, Tangerang, Bekasi, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Solo, Surabaya, Malang, Kudus, Samarinda, dan Banjarmasin. Turnamen ini mendapat dukungan penuh dari Bayan Peduli.
Teddy menambahkan, MLSC All-Stars menjadi bagian penting dalam mempersiapkan pemain menghadapi level kompetisi yang lebih tinggi. Selain teknik dan taktik, kesiapan mental serta karakter bertanding menjadi sorotan utama saat menghadapi lawan dengan kualitas setara.
MLSC All-Stars 2026 merupakan puncak komitmen Bakti Olahraga Djarum Foundation dalam membangun ekosistem sepak bola putri usia dini di Indonesia. Kompetisi ini menjadi ajang pembuktian bagi para pemain muda untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka di hadapan pencari bakat dan publik sepak bola nasional.
Dengan format yang lebih mendekati standar profesional, diharapkan para pemain dapat beradaptasi lebih cepat saat naik ke jenjang berikutnya. Turnamen ini juga menjadi tolok ukur perkembangan pembinaan usia dini di berbagai daerah.