KALIMANTAN BARAT — Prabowo menekankan pentingnya peran pengusaha muda sebagai motor penggerak ekonomi nasional. Ia ingin HIPMI tidak hanya menjadi organisasi bisnis, tetapi juga garda terdepan dalam pembangunan bangsa.
Dalam pidatonya, Prabowo mengajak para anggota untuk meninggalkan pola pikir jangka pendek. "Jadi saudara-saudara mari kita raih masa depan yang baik ya. Kita kuasai, kita kendalikan semua untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat kita," ujar Presiden di hadapan peserta munas.
Ia menambahkan, "Kita percaya kita bisa membangun Indonesia yang hebat." Seruan ini disambut antusias oleh ribuan pengusaha muda yang hadir.
Di tengah pesan optimisme, Prabowo melontarkan kritik pedas kepada para pengusaha. "Saudara-saudara saya mengajak sekarang ya karena ini HIPMI, HIPMI pengusaha, pengusaha, tunggu dulu. Pengusaha Indonesia banyak dosanya. Betul? Lo nggak bisa bohong sama gue, gue udah ngerti lo," katanya diselingi canda.
Meski demikian, Kepala Negara mengingatkan bahwa masa depan hanya bisa diraih jika semua pihak patuh pada aturan hukum. "Kita harus menatap masa depan. Patuhi hukum, taati aturan," tegasnya.
Munas XVIII HIPMI kali ini mengusung tema penguasaan teknologi dan kemandirian sumber daya. Pertemuan di Bandarlampung itu menjadi ajang konsolidasi bagi pengusaha muda dari seluruh Indonesia untuk merumuskan strategi bisnis ke depan.
Prabowo juga menyinggung pentingnya kolaborasi antara pengusaha dan pemerintah. Ia meyakini sinergi tersebut mampu mempercepat target pertumbuhan ekonomi nasional yang ambisius.
Dalam kesempatan yang sama, Presiden sempat menyinggung soal hubungan internasional. "Prabowo: Saya Baik sama Putin, tapi Juga Baik sama Trump," demikian bunyi salah satu pernyataan yang menjadi perhatian publik.
Pernyataan itu menunjukkan posisi Indonesia yang ingin menjalin hubungan baik dengan semua negara besar, sejalan dengan prinsip bebas aktif. Namun, pidato utama di Munas HIPMI tetap berfokus pada seruan mobilisasi sumber daya dalam negeri.
Dorongan Presiden kepada HIPMI ini menjadi sinyal bahwa pemerintah akan melibatkan pengusaha muda dalam proyek-proyek strategis. Langkah itu dinilai penting untuk menekan angka pengangguran terdidik dan memperkuat struktur industri nasional.
Belum ada detail kebijakan turunan yang dirilis pasca-pidato tersebut. Namun, kalangan pengusaha menunggu realisasi dari ajakan presiden dalam bentuk insentif fiskal atau kemudahan akses permodalan bagi startup dan UMKM.