PONTIANAK — Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan mendorong agar Pancasila benar-benar “hidup” dalam praktik bermasyarakat, bukan sekadar slogan di atas kertas. Menurutnya, fondasi ideologi bangsa ini harus terlihat dari gotong royong, toleransi, dan kepedulian sosial yang nyata.
Ria Norsan menegaskan bahwa tantangan terbesar saat ini adalah menjembatani nilai-nilai Pancasila dengan realitas sosial yang terus berubah. Ia mencontohkan, semangat musyawarah harus terlihat dalam rapat RT/RW, bukan hanya di forum resmi.
“Pancasila harus membumi. Artinya, nilai-nilainya kita praktikkan dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari lingkungan rumah, tempat kerja, hingga interaksi di media sosial,” ujar Ria Norsan dalam sebuah kesempatan di Pontianak.
Gubernur Kalbar menghubungkan gerakan ini dengan target besar Indonesia Emas 2045, yaitu satu abad kemerdekaan. Ia menilai, tanpa karakter bangsa yang kuat dan ber-Pancasila, pembangunan fisik semata tidak akan cukup untuk menciptakan kesejahteraan yang merata.
Menurutnya, Kalimantan Barat sebagai provinsi yang kaya akan keberagaman suku dan agama menjadi laboratorium hidup bagi praktik Pancasila. “Jika di sini kita bisa menjaga kerukunan, itu bukti nyata Pancasila bekerja,” tambahnya.
Ria Norsan secara spesifik menyasar kalangan pemuda dan komunitas untuk menjadi motor penggerak. Ia mengajak mereka menginisiasi kegiatan sosial, seperti kerja bakti, pasar gotong royong, atau dialog antaragama, sebagai wujud konkret dari sila-sila Pancasila.
Pemerintah Provinsi Kalbar, lanjutnya, siap memfasilitasi ruang-ruang kreatif bagi komunitas yang ingin menyelenggarakan kegiatan berbasis nilai-nilai kebangsaan. “Jangan menunggu instruksi dari atas. Mulai dari lingkungan terkecil,” pesannya.
Ke depan, Pemprov Kalbar berencana mengintegrasikan program pembumian Pancasila ke dalam kurikulum pendidikan non-formal dan kegiatan karang taruna. Sosialisasi masif juga akan digencarkan melalui tokoh agama dan adat di seluruh kabupaten/kota.
Ria Norsan optimistis, dengan kolaborasi semua pihak, Kalimantan Barat bisa menjadi contoh daerah yang berhasil menghidupkan Pancasila dalam aksi nyata. “Ini bukan tugas pemerintah saja, tapi tugas kita semua,” pungkasnya.