MEMPAWAH — Vihara Tjhie San Thong yang berlokasi di Mempawah, Kalimantan Barat, terancam dibongkar. Rencana ini mendapat penolakan keras dari tokoh masyarakat Tionghoa setempat yang menganggap bangunan tersebut sebagai warisan budaya dan sejarah yang tak ternilai.
Vihara yang telah berusia 180 tahun ini dinilai memiliki nilai historis tinggi bagi perkembangan komunitas Tionghoa di Kalimantan Barat. Para tokoh masyarakat meminta pemerintah daerah untuk mempertimbangkan kembali rencana pembongkaran dan lebih mengedepankan upaya pelestarian.
Vihara Tjhie San Thong bukan sekadar tempat ibadah. Bangunan ini menjadi saksi bisu perjalanan panjang diaspora Tionghoa di Mempawah sejak abad ke-19. Arsitektur dan ornamen di dalamnya mencerminkan akulturasi budaya yang telah berlangsung lintas generasi.
Bagi warga Tionghoa Mempawah, vihara ini adalah simbol identitas dan pengingat akan sejarah leluhur mereka. "Kami sangat keberatan jika vihara ini dibongkar. Ini adalah warisan yang harus dijaga untuk anak cucu kami," ujar seorang tokoh masyarakat setempat dalam pernyataannya.
Kekhawatiran utama warga adalah hilangnya situs cagar budaya yang tak tergantikan. Jika pembongkaran tetap dilakukan, mereka khawatir sejarah panjang komunitas Tionghoa di Mempawah akan ikut terkikis.
Selain itu, keberadaan vihara ini juga menjadi daya tarik wisata religi dan sejarah. Banyak pengunjung dari luar daerah datang untuk melihat langsung arsitektur khas Tionghoa yang masih autentik. Pembongkaran dinilai akan menghilangkan potensi ekonomi yang bisa digali dari sektor pariwisata budaya.
Para tokoh masyarakat berencana mengajukan audiensi dengan pemerintah daerah untuk menyampaikan aspirasi mereka secara resmi. Mereka berharap ada dialog terbuka antara warga dan pemangku kepentingan demi mencari solusi terbaik.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keputusan resmi dari pemerintah daerah terkait nasib Vihara Tjhie San Thong. Warga berharap agar pemerintah memprioritaskan pelestarian warisan budaya di atas kepentingan lain.