Emosi Istri Meledak saat Ditanya Kenapa Libur Tak Pulang ke Rumah, Pria di Sekadau Aniaya Korban hingga Memar lalu Ditangkap Polisi

Penulis: Wisnu Wardana  •  Selasa, 26 Mei 2026 | 18:58:27 WIB
Polres Sekadau menangkap pria pelaku penganiayaan terhadap istrinya di tempat kerja.

SEKADAU — Seorang pria di Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, harus berurusan dengan aparat kepolisian setelah diduga melakukan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terhadap istrinya. Peristiwa itu terjadi di tempat kerja korban, dipicu oleh pertanyaan sederhana sang istri soal alasan suami tidak pulang ke rumah saat libur.

Polres Sekadau membenarkan telah menangkap terduga pelaku. Penangkapan dilakukan setelah korban melaporkan tindak penganiayaan yang dialaminya.

Awal Mula: Pertanyaan Istri yang Memicu Amarah

Kejadian berawal saat korban, yang bekerja di sebuah tempat usaha di Sekadau, menanyakan alasan suaminya tidak pulang ke rumah selama masa libur. Pertanyaan yang lazim dalam kehidupan rumah tangga itu justru memicu kemarahan pelaku.

Pelaku yang saat itu berada di lokasi kerja korban langsung terpancing emosi. Tanpa banyak bicara, ia diduga langsung melakukan tindak kekerasan fisik terhadap istrinya.

Proses: Luka Memar dan Laporan ke Polisi

Akibat penganiayaan tersebut, korban mengalami luka memar di bagian wajah. Korban yang tak terima dengan perlakuan suaminya kemudian melaporkan kejadian ini ke Polres Sekadau.

Polisi yang menerima laporan segera bergerak. Tim dari Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Sekadau melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan terduga pelaku.

Apa yang Terjadi Selanjutnya?

Hingga berita ini diturunkan, terduga pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Sekadau. Penyidik juga telah mengamankan sejumlah barang bukti untuk memperkuat proses hukum.

Polres Sekadau mengimbau masyarakat, khususnya para korban KDRT, untuk tidak takut melapor. Kekerasan dalam rumah tangga bukanlah aib yang harus ditutupi, melainkan tindak pidana yang harus ditindak tegas.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa konflik rumah tangga yang tidak dikelola dengan baik bisa berujung pada tindak kekerasan dan jeruji besi.

Reporter: Wisnu Wardana
Sumber: pontianakpost.jawapos.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top