PONTIANAK — BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Supadio merilis prakiraan potensi hujan untuk wilayah Kalimantan Barat pada periode 17 hingga 23 September 2026. Sejumlah daerah diprediksi masih berpeluang diguyur hujan meski sebagian wilayah tengah memasuki musim kemarau.
Kubu Raya tercatat sebagai wilayah dengan peluang hujan paling tinggi, hampir setiap hari sepanjang sepekan tersebut. Prakiraan ini menjadi sinyal positif di tengah kondisi kekeringan yang melanda Kalbar belakangan ini.
Wilayah Mana Saja yang Berpotensi Diguyur Hujan?
BMKG menyebut potensi hujan tidak merata di seluruh Kalbar. Sejumlah kabupaten dan kota masih memiliki peluang curah hujan dengan intensitas bervariasi.
Kubu Raya menjadi daerah dengan frekuensi hujan paling sering. Wilayah lain di sekitar Pontianak dan pesisir barat Kalbar juga masuk dalam pantauan potensi hujan periode ini.
Mengapa Hujan Masih Muncul Saat Kemarau?
Kondisi kekeringan yang melanda Kalbar dalam beberapa waktu terakhir tidak serta-merta menghapus peluang hujan. Faktor dinamika atmosfer lokal membuat sebagian wilayah tetap berpotensi diguyur hujan.
BMKG merilis prakiraan ini sebagai bagian dari pemantauan rutin kondisi cuaca wilayah. Informasi tersebut menjadi acuan bagi warga maupun instansi terkait dalam mengantisipasi dampak cuaca.
Ancaman Karhutla Masih Jadi Perhatian
Potensi hujan ini datang bersamaan dengan ancaman kebakaran hutan dan lahan yang masih membayangi Kalbar. Kondisi kekeringan membuat sejumlah titik rawan karhutla perlu terus dipantau.
Hujan yang diprakirakan turun di Kubu Raya dan wilayah lain diharapkan membantu menekan risiko karhutla. Meski demikian, warga diminta tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang bisa terjadi cepat.
Apa Langkah Warga Menyikapi Prakiraan Ini?
Warga di wilayah berpotensi hujan disarankan menyiapkan perlengkapan antisipasi. Bagi petani dan pelaku usaha yang bergantung pada cuaca, informasi BMKG ini bisa jadi acuan mengatur aktivitas.
Prakiraan cuaca BMKG diperbarui secara berkala mengikuti perkembangan dinamika atmosfer. Masyarakat dapat memantau informasi terbaru melalui kanal resmi BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Supadio.