KALIMANTAN BARAT — Setelah lebih dari tiga dekade di industri cat Indonesia, Penta Prima mulai serius menggarap segmen automotive refinish lewat Penta OTO dan menantang dominasi merek luar negeri. Langkah ini menandai pergeseran penting: produk lokal tidak lagi hanya bersaing soal harga, tapi juga kualitas dan konsistensi. Pertanyaannya, apakah bengkel dan painter siap beralih?
Penta Prima bukan nama baru di industri cat Indonesia. Merek utama PT Bina Adidaya ini sudah beroperasi lebih dari tiga dekade, membangun kemampuan produksi, riset dan pengembangan, quality control, serta jaringan distribusi di berbagai wilayah. Kini perusahaan berada di bawah naungan PT Singa Investindo Development, langkah strategis untuk memperkuat kapasitas dan daya saing.
Dari fondasi itu lahir Penta OTO, lini automotive refinish yang menyasar segmen middle-up. Sasaran ambisius: bersaing langsung dengan merek luar negeri yang lebih dulu menguasai pasar body repair dan pengecatan ulang di Indonesia.
Mengapa Pasar Automotive Refinish Jadi Medan Pertempuran Baru
Jumlah mobil di jalan terus bertambah, dan kebutuhan body repair, pengecatan ulang, hingga modifikasi ikut naik. Kualitas hasil akhir jadi penentu utama. Selama ini segmen premium dikuasai merek impor yang punya reputasi panjang.
Presiden Direktur PT Singa Investindo Development, Boediono Tjiptodihardjo, menyebut Indonesia punya potensi lebih dari sekadar pasar.
"Kami melihat Indonesia tidak hanya memiliki pasar yang besar, tetapi juga memiliki kemampuan untuk menghasilkan produk yang mampu bersaing di tingkat internasional. Karena itu, kami ingin membangun perusahaan dan brand yang memiliki fondasi kuat di Indonesia, yang mampu bersaing diantara merek-merek luar negeri yang lebih dahulu hadir di Indonesia," ujarnya dalam siaran pers.
Klaim itu perlu dibuktikan di lapangan. Pasar refinish sangat bergantung pada kepercayaan bengkel dan painter — dan kepercayaan tidak dibangun dalam semalam.
Jejak Penta OTO di Ekosistem Modifikasi
Sejak 2023, Penta Prima aktif mendekati ekosistem otomotif lewat berbagai event. Indonesia Modification & Lifestyle Expo (IMX) 2023 jadi momentum awal. Di sana perusahaan memperkenalkan Penta OTO Series dan Super Gloss Series, sekaligus memamerkan rangkaian sistem pengecatan dari under coat hingga top coat.
Kehadiran di event seperti HIN IAM, Kustomfest Jogja, dan berbagai gathering bukan sekadar jualan produk. Perusahaan mengumpulkan insight langsung dari bengkel, painter, modifikator, dan komunitas.
Perjalanan berlanjut ke The Elite Showcase 2026. Penta Prima tampil sebagai sponsor utama dan terlibat dalam berbagai karya kendaraan. Aplikasi produk pada kendaraan dengan karakter berbeda jadi ajang pembuktian nyata — bukan sekadar display di booth.
Strategi yang Perlu Diuji: Kualitas atau Harga?
Direktur PT Bina Adidaya/Penta Prima, Agus Santosa, mengakui tantangan sesungguhnya bukan soal harga.
"Tantangan yang diambil Penta Prima bukan sekadar menawarkan alternatif produk lokal dengan harga kompetitif, tetapi membangun kepercayaan bahwa produk Indonesia juga mampu memenuhi ekspektasi dari sisi kualitas, performa, teknologi dan konsistensi," ujarnya.
Pernyataan itu menyentuh titik krusial. Di segmen middle-up, painter dan bengkel biasanya sudah punya preferensi merek yang terbentuk bertahun-tahun. Berpindah ke merek lokal butuh bukti durabilitas, kemudahan aplikasi, dan ketersediaan warna yang konsisten.
Penta Prima menyiapkan Penta Prima Training Centre untuk membangun regenerasi tenaga tinter profesional. Program ini strategis: tanpa tinter terampil, produk sebagus apa pun sulit menghasilkan finishing yang rapi.
Yang Perlu Diperhatikan
- Belum ada data independen soal durabilitas hasil pengecatan Penta OTO dibanding merek impor — klaim kualitas masih perlu diuji jangka panjang
- Ketersediaan warna dan konsistensi batch produksi jadi faktor penentu adopsi di bengkel besar
- Jaringan distribusi sudah dibangun, tapi jangkauan ke bengkel kecil di daerah perlu dibuktikan
- Positioning middle-up berarti harga tidak bisa terlalu murah — kompetisi langsung dengan merek impor menengah
Kesimpulan: Langkah Berani yang Butuh Pembuktian
Penta Prima punya fondasi industri yang solid: pengalaman puluhan tahun, dukungan Singa Investindo Development, dan kehadiran konsisten di event otomotif nasional. Penta OTO bukan sekadar produk baru, tapi pernyataan bahwa merek lokal siap masuk segmen premium.
Tapi masuk ke segmen middle-up berarti bersaing head-to-head dengan merek yang sudah dipercaya. Tanpa bukti durabilitas, kemudahan aplikasi, dan konsistensi warna yang teruji, positioning ini hanya jadi klaim marketing.
Bagi bengkel dan painter yang terbuka mencoba, Penta OTO layak masuk daftar pertimbangan. Bagi yang sudah nyaman dengan merek lama, dibutuhkan lebih dari sekadar event sponsorship untuk meyakinkan mereka beralih.