KALIMANTAN BARAT — Proyeksi ini muncul di tengah persaingan yang memanas. Xiaomi baru saja meluncurkan 18 Fold secara resmi di China, sehari sebelum ajang "Surprise and Shine" Apple digelar. Langkah ini dinilai bukan kebetulan, mengingat desain 18 Fold yang mengadopsi format buku serupa dengan iPhone Ultra yang sempat bocor akhir bulan lalu.
Angka Proyeksi dan Pertumbuhan Pasar
Counterpoint mencatat ponsel lipat saat ini baru menyumbang sekitar 2% dari total pasar smartphone global. Namun, angka ini diprediksi berubah drastis dalam 12 bulan ke depan.
Lembaga riset tersebut memperkirakan pertumbuhan 24% terjadi tahun ini dan berlanjut 37% pada tahun berikutnya. Vendor seperti Samsung, Huawei, Motorola, Honor, Google, Vivo, Oppo, dan Xiaomi disebut akan meramaikan kompetisi dengan produk anyar mereka.
Proyeksi Pengiriman iPhone Ultra
Counterpoint memperkirakan Apple akan mengirim hingga 6 juta unit ponsel lipat pada 2026. Capaian itu disebut langsung menempatkan Apple di posisi kedua dengan pangsa pasar 25%, hanya di bawah Samsung yang menguasai 38% dan di atas Huawei dengan 22%.
Pencapaian ini dinilai signifikan karena Apple baru masuk kategori tersebut tahun ini dengan waktu penjualan yang relatif pendek. "Satu tahun penuh penjualan Apple akan menjadi pendorong utama, dengan pengiriman diperkirakan lebih dari dua kali lipat dan pangsa pasarnya mencapai 40%," tulis riset tersebut. Angka itu akan melampaui pangsa pasar Samsung saat ini yang berada di 38%.
Xiaomi 18 Fold dan Strategi Meniru Apple
Xiaomi, yang dikenal kerap menghadirkan produk dengan kemiripan desain dengan lini Apple, kembali melakukan hal serupa melalui 18 Fold. Perangkat ini resmi meluncur di China pada hari sebelum acara Apple berlangsung.
18 Fold berbagi format buku yang sama dengan iPhone Ultra. Sebelumnya, perangkat ini sempat bocor dan kemudian dipamerkan di ajang IFA. Peluncuran yang berdekatan ini memperkuat narasi persaingan langsung antara kedua raksasa teknologi tersebut.
Dampak bagi Pasar dan Konsumen Indonesia
Masuknya Apple ke segmen ponsel lipat diprediksi mempercepat adopsi teknologi ini secara global, termasuk di Indonesia. Saat ini, pasar ponsel lipat di Tanah Air masih didominasi Samsung dan sejumlah vendor China seperti Oppo dan Xiaomi.
Kehadiran iPhone Ultra bisa menjadi katalis yang mendorong kompetitor untuk berinovasi lebih cepat dari sisi harga dan fitur. Bagi konsumen, persaingan ini berpotensi menekan harga ponsel lipat yang selama ini berada di kelas premium.