Bupati Kubu Raya Kalimantan Barat, Sujiwo, mendorong Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap melayani sasaran prioritas seperti pesantren dan kelompok rentan di tengah bencana kekeringan yang memicu pembelajaran daring. Dari 73 dapur MBG yang tersebar di kabupaten tersebut, sekitar 63 dapur telah aktif melayani masyarakat.
SUNGAI RAYA — Bupati Kubu Raya Kalimantan Barat, Sujiwo, meminta pelayanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak berhenti total bagi sejumlah sasaran prioritas. Permintaan ini disampaikan di tengah bencana kekeringan yang melanda daerah tersebut dan memaksa pembelajaran sekolah dilakukan secara daring.
"Terdapat 73 dapur MBG yang tersebar di Kabupaten Kubu Raya, dengan sekitar 63 dapur di antaranya telah aktif menjalankan pelayanan kepada masyarakat," kata Sujiwo di Sungai Raya, Selasa.
Pesantren dan Kelompok Rentan Jadi Prioritas
Menurut Sujiwo, pelayanan MBG masih dapat dipertimbangkan bagi pondok pesantren. Aktivitas para santri dinilai tetap berlangsung normal di lingkungan tempat mereka menetap meski sekolah formal menerapkan pembelajaran dari rumah.
Ia juga membuka peluang penyaluran makanan bergizi bagi kelompok rentan, seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, selama masa penanganan bencana kekeringan berlangsung.
Pemkab Siap Perkuat Koordinasi dengan BGN
Pemerintah daerah siap memperkuat koordinasi dengan mitra Badan Gizi Nasional (BGN) dan pengelola dapur MBG di Kabupaten Kubu Raya. Sujiwo menilai program unggulan Presiden itu telah menjadi program nasional sehingga membutuhkan kolaborasi semua pihak.
"Ketika sudah menjadi program nasional, maka otomatis menjadi program pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota seluruh Indonesia, termasuk Kabupaten Kubu Raya," ujarnya.
Kebijakan Daring Menghentikan Distribusi ke Sekolah
Penerapan pembelajaran daring pada sekolah tingkat PAUD hingga SMA berkonsekuensi pada penghentian sementara distribusi MBG kepada peserta didik yang belajar dari rumah. Namun, Sujiwo mengapresiasi kehadiran para mitra BGN dan berharap komunikasi terus diperkuat demi pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Mitra Diminta Ajukan Surat Resmi
Sujiwo meminta para mitra menyampaikan surat secara resmi kepada pemerintah daerah agar usulan penyaluran MBG untuk kelompok tertentu dapat dikaji. Hal ini diperlukan untuk menghasilkan kepastian mengenai kelompok masyarakat yang tetap menerima layanan.
"Silakan sampaikan surat kepada kami, kita lakukan kajian supaya kami juga memberikan jawaban dan penegasan sebagai pemerintah, pihak-pihak mana yang masih bisa disuplai dalam kondisi menghadapi bencana kekeringan," katanya.