KALIMANTAN BARAT — Gedung Putih resmi merilis situs web berisi kumpulan mini game yang mengadaptasi ide-ide populer. Empat game telah tersedia, termasuk parodi dari game legendaris seperti Flappy Bird dan Tetris, dengan satu game tambahan yang dijadwalkan rilis menyusul.
Daftar Mini Game dan Mekanismenya
Situs tersebut menawarkan lima judul game dengan gameplay berbeda. Flappy Bill memparodikan Flappy Bird, di mana pemain harus menjaga burung tetap terbang melintasi ibu kota.
Build the Wall: Zombie Siege mengadopsi mekanisme Tetris dengan penyesuaian. Pemain menyusun balok untuk menghalau alien hijau melewati perbatasan, dengan poin dihitung dari alien yang berhasil ditabrak balok, bukan dari kesempurnaan garis horizontal.
Rio Run mengajak pemain berpatroli menangkap orang yang mencoba menyebrang ke wilayah AS. Gameplay-nya menyerupai Snake, namun yang dikumpulkan adalah imigran untuk dideportasi. Supply Line mengharuskan pemain meninjau bahan makanan untuk menu makan siang sekolah, sementara Trump Savings Tycoon memungkinkan pemain menangkap memecoin dan uang kertas yang berjatuhan di sekitar Washington DC untuk mengisi Trump Accounts.
Kecaman Kelompok HAM dan Reaksi Publik
Kelompok hak asasi manusia dengan cepat mengkritik peluncuran game ini. Situs tersebut muncul di tengah meningkatnya program penangkapan dan deportasi massal terhadap migran tanpa dokumen resmi di AS oleh pemerintahan Trump.
Menanggapi kecaman, pihak Gedung Putih menyatakan bahwa pemerintahan Trump berfokus berinovasi mengkomunikasikan pencapaian Presiden dengan cara yang dapat diterima warga Amerika. "Ini merupakan upaya untuk semakin mempertegas perbedaan antara budaya yang penuh kegembiraan dan kemenangan dengan visi sosialis kelam yang diusung Partai Demokrat bagi Amerika," sebut Gedung Putih dalam pernyataan kepada AFP.
Kemarahan Netizen di Media Sosial
Video promosi situs tersebut dibagikan di media sosial dengan gaya parodi animasi startup konsol lawas seperti PlayStation 2 dan Sega yang diedit menjadi "Maga". Alih-alih mendapat sambutan, unggahan itu justru dibanjiri kritik tajam dari warganet.
"Pemerintahan ini pantas mendapatkan semua ketidakpopuleran yang dimilikinya. Kalian semua menjijikkan. Satu-satunya hal yang menghiburku adalah mengetahui bahwa setiap dari kalian akan terbakar di neraka," tulis akun @jiu*** di X.
"Ah, jadi ke sinilah uang pembayar pajak AS mengalir," ujar @mea. "Pengejekan terhadap industri game dan hak kekayaan intelektual yang didanai oleh pembayar pajak," sambung @jan.
Kritik lain datang dari @Tit*** yang menyindir prioritas pemerintahan. "Ya, Gedung Putih. Aku benar-benar akan menghabiskan hariku bermain game AI murahan sementara kalian duduk santai dan tidak melakukan apa pun tentang Epstein, melegalkan pornografi anak, dan melibatkan kita dalam perang tanpa akhir untuk Israel."
Seorang pengguna lain menulis, "Rakyat Amerika: Kami menginginkan deportasi massal. Trump: Yang terbaik yang bisa saya lakukan adalah menyediakan permainan arkade untuk kalian mainkan." Tak sedikit pula yang mempertanyakan penggunaan uang pajak untuk proyek semacam ini. "Kamu buang-buang pajakku untuk omong kosong ini?" tulis @AiP***.