Pencarian

WVI Salurkan 10.000 Masker dan 16.000 Liter Air Bersih untuk Warga Kalbar Terdampak Karhutla

Jumat, 04 September 2026 • 08:36:01 WIB
WVI Salurkan 10.000 Masker dan 16.000 Liter Air Bersih untuk Warga Kalbar Terdampak Karhutla
WVI menyalurkan 10.000 masker dan 16.000 liter air bersih bagi warga terdampak karhutla di lima kabupaten Kalimantan Barat.

Wahana Visi Indonesia (WVI) menyalurkan sekitar 10.000 masker bedah N95/KN95 dan mendistribusikan 16.000 liter air bersih kepada warga di lima kabupaten Kalimantan Barat yang terdampak kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan. Bantuan menyasar Kabupaten Kubu Raya, Landak, Sintang, Bengkayang, dan Sekadau.

JAKARTA — Kabut asap akibat karhutla yang menyelimuti Kalimantan Barat memicu keluhan kesehatan serius di kalangan anak-anak, dengan puluhan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) terdeteksi di lapangan. Kondisi itu mendorong organisasi kemanusiaan Wahana Visi Indonesia (WVI) mengerahkan tim tanggap bencana ke lima kabupaten paling terdampak.

Humanitarian and Emergency Affairs (HEA) Specialist Wahana Visi Indonesia Ronny Ichwan mengungkapkan, per 31 Agustus lalu, lembaganya telah membagikan sekitar 10.000 buah masker bedah N95/KN95 dan mendistribusikan 16.000 liter air bersih. Bantuan diberikan di Kabupaten Kubu Raya, Landak, Sintang, Bengkayang, dan Sekadau.

Sesak Napas Mendominasi Keluhan Kesehatan Anak

Ronny menuturkan, seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Barat dilaporkan terdampak kabut asap dengan tingkat kepadatan berbeda-beda. Di lapangan, sesak napas menjadi keluhan paling banyak dialami anak-anak.

"Temuan kami sudah ada puluhan kasus anak terjangkit ISPA. Karena itu, respons bencana kami memprioritaskan distribusi masker dan air bersih, edukasi kesehatan, serta pemantauan langsung kondisi kesehatan anak-anak dampingan agar dampak jangka panjangnya bisa diminimalkan," kata Ronny dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis.

Selain gangguan pernapasan, kabut asap juga memicu keluhan pusing di kalangan warga akibat menurunnya kadar oksigen. Kemarau panjang yang melanda wilayah itu turut memperparah krisis air bersih bagi masyarakat.

Dua Fokus Utama Respons Bencana

Dalam merespons dampak karhutla, WVI bergerak pada dua aspek utama. Pertama, bidang kesehatan melalui pembagian masker dan air bersih serta edukasi pencegahan dampak kesehatan akibat kabut asap. Kedua, advokasi dengan berkoordinasi bersama pemerintah provinsi dan kabupaten untuk memperkuat pemantauan serta penanganan kondisi kesehatan anak-anak.

Pelaksanaan di lapangan melibatkan koordinasi erat dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Kesehatan, pemerintah desa, gereja lokal, dan masyarakat setempat. Tim tanggap bencana WVI ditugaskan di lima kabupaten tersebut hingga Oktober 2026.

Hak Anak atas Kesehatan Jadi Prioritas Utama

Direktur Nasional Wahana Visi Indonesia Angelina Theodora menegaskan fokus lembaganya dalam situasi ini adalah memastikan hak anak atas kesehatan dan kehidupan yang layak tetap terpenuhi di tengah bencana asap.

"Kami turut prihatin dengan dampak kabut asap dan karhutla yang dialami masyarakat Kalimantan Barat, khususnya anak-anak. Udara yang tidak sehat dan krisis air bersih bisa berdampak langsung pada kesehatan dan keselamatan nyawa mereka," ujar Angelina.

WVI sebelumnya juga telah mengerahkan tim untuk melakukan pemantauan berkala terhadap kondisi anak-anak di wilayah dampingan, memastikan gejala gangguan pernapasan tertangani sejak dini sebelum berkembang menjadi komplikasi yang lebih serius.

Follow kabarsingkawang.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kalbar.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks