MEMPAWAH — Kolaborasi antara perusahaan dan jurnalis di Mempawah melahirkan aksi nyata di tengah memburuknya kualitas udara. PT Peniti Sungai Purun (PSP) bersama Perkumpulan Jurnalis Galaherang (PEJUANG) Mempawah membagikan masker secara gratis kepada masyarakat yang masih beraktivitas di luar rumah.
Pembagian Masker Menyasar Pengendara dan Warga Sekitar Pabrik
Pembagian masker dipusatkan di depan Taman Aulia Rubini Pasar Mempawah. Pengendara yang melintas langsung menerima masker dari petugas tanpa perlu berhenti lama.
Bantuan juga menjangkau warga yang bermukim di sekitar ring operasional PT PSP. Langkah ini merupakan bentuk tanggung jawab perusahaan terhadap kesehatan masyarakat di lingkungan terdekatnya.
Humas PT PSP-KPS, Marlidin, menuturkan bahwa kondisi udara yang tidak sehat membuat perusahaan tergerak mengambil langkah sederhana namun berdampak langsung.
“Ini bentuk kepedulian PT PSP kepada masyarakat sekitar dan masyarakat Kabupaten Mempawah. Dalam kondisi seperti ini, ancaman kesehatan, terutama gangguan pernapasan, cukup besar. Cara paling sederhana yang bisa kita lakukan adalah menyiapkan masker,” ujarnya.
Total 30.000 Masker Disalurkan Gruper Perusahaan
PT PSP tidak bergerak sendiri. Aksi sosial ini mendapat dukungan penuh dari jajaran internal perusahaan serta aparat keamanan setempat.
Humas PT PSP-KSU, Subianto, mengapresiasi semua pihak yang terlibat, termasuk Bhabinkamtibmas Terusan. Ia menyebut kesehatan masyarakat saat ini merupakan persoalan bersama yang tidak bisa diselesaikan pemerintah seorang diri.
“Saat ini kondisi udara kita kurang bagus, sehingga kesehatan masyarakat harus menjadi perhatian bersama,” tuturnya.
Di luar 10.000 masker yang dibagikan langsung ke warga, grup perusahaan PT HPI Palm Oil Unit juga tercatat menyalurkan bantuan tambahan. Humas dan CSR PT HPI Palm Oil Unit, Paulus Nokus, mengungkapkan 20.000 masker lainnya telah diserahkan melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kalimantan Barat.
“Sebanyak 10.000 masker ini kami bagikan kepada masyarakat, termasuk warga yang melintas di depan Taman Aulia Pasar Mempawah. Selain itu, ada 20.000 masker yang kami serahkan melalui DLHK Kalbar,” jelasnya.
Dengan total 30.000 masker yang disalurkan, bantuan ini diharapkan menjangkau lebih banyak warga yang membutuhkan perlindungan dari paparan asap.
Harapan di Balik Puluhan Ribu Masker
Paulus berharap pembagian masker ini tidak berhenti sebagai bantuan seremonial belaka. Menurutnya, aksi ini harus menjadi pengingat bahwa persoalan kualitas udara menuntut keterlibatan banyak pihak secara berkelanjutan.
“Semoga kegiatan ini memberikan manfaat bagi masyarakat dan menjadi amal kebaikan, sekaligus mempererat silaturahmi dan kolaborasi antara perusahaan, jurnalis, pemerintah dan masyarakat,” pungkasnya.
Langkah ini menjadi contoh konkret kolaborasi lintas sektor di Mempawah, di tengah kepungan asap yang kerap melanda wilayah tersebut pada musim kemarau.