Pencarian

Dejan Ferdinansyah-Apriyani Rahayu Bangkit dari Gim Pertama, Sikat Wakil Chinese Taipei di Semifinal Pontianak International Challenge 2026

Minggu, 30 Agustus 2026 • 00:13:32 WIB
Dejan Ferdinansyah-Apriyani Rahayu Bangkit dari Gim Pertama, Sikat Wakil Chinese Taipei di Semifinal Pontianak International Challenge 2026
Dejan Ferdinansyah dan Apriyani Rahayu mengalahkan wakil Chinese Taipei di semifinal Polytron Pontianak International Challenge 2026.

Ganda campuran Indonesia, Dejan Ferdinansyah-Apriyani Rahayu, memastikan satu tempat di partai puncak Polytron Pontianak International Challenge 2026. Bertanding di GOR Terpadu Ahmad Yani, Pontianak, Kalimantan Barat, Sabtu, mereka menaklukkan wakil Chinese Taipei, Bo-Yuan Chen-Yan Fei Chen, dengan skor 11-21, 21-10, 21-10. Kemenangan ini diraih setelah pasangan Indonesia mampu bangkit dari ketertinggalan telak di gim pembuka.

PONTIANAK — Dejan Ferdinansyah dan Apriyani Rahayu tampil trengginas untuk membalikkan keadaan di semifinal Polytron Pontianak International Challenge 2026. Sempat kehilangan gim pertama dengan skor telak 11-21, pasangan Indonesia tersebut sukses mengunci dua gim berikutnya dengan skor identik 21-10, 21-10 atas wakil Chinese Taipei, Bo-Yuan Chen-Yan Fei Chen.

Kemenangan ini mengantarkan Dejan/Apriyani selangkah lebih dekat menuju podium juara turnamen level internasional yang digelar di GOR Terpadu Ahmad Yani, Pontianak, Kalimantan Barat.

Adaptasi dengan Kondisi Kok Jadi Kunci Kebangkitan

Dejan mengungkapkan bahwa adaptasi menjadi faktor utama di balik kemenangan ini. Pada gim pertama, ia dan Apriyani kesulitan membaca arah serangan lawan yang tampil dominan.

"Saya rasa di gim pertama kondisi lapangan ada perbedaan, kondisi bola tadi agak berat jadi butuh adaptasi dulu dan serangan mereka cukup kuat, jadi kami mengalami sedikit kesulitan di awal," ujar Dejan seusai pertandingan di Pontianak, Sabtu.

Instruksi Pelatih: Hindari Lob Panjang

Memasuki gim kedua, pasangan Indonesia langsung tancap gas. Mereka menerapkan instruksi pelatih untuk mengubah total pola permainan. Strategi utamanya adalah menghindari pengembalian lob panjang yang kerap menjadi sasaran empuk smes keras lawan.

"Di gim kedua kami sudah antisipasi dan lebih siap menghadapi serangan lawan dan ini jadi modal di gim ketiga membuat kami lebih yakin untuk menang. Lawan memiliki serangan kuat, jadi pelatih memberikan arahan untuk bermain no lob panjang dan akhirnya membuahkan hasil," ungkap Dejan.

Perubahan strategi tersebut terbukti efektif. Tekanan demi tekanan berhasil dilancarkan, membuat lawan kehilangan ritme permainan dan hanya mampu mengumpulkan 10 poin di dua gim terakhir.

Apriyani: Feeling Baru Ditemukan di Gim Kedua

Senada dengan Dejan, Apriyani Rahayu menyebut bahwa faktor kok yang terasa lambat sempat menjadi kendala di awal laga. Ia dan pasangannya butuh waktu untuk menemukan feeling yang tepat dalam melakukan pukulan.

"Kami merasa kok-nya agak lambat, jadi di gim pertama belum dapat feeling-nya," kata Apriyani.

Dengan tiket final di tangan, Apriyani menegaskan bahwa fokus timnya kini beralih pada pemulihan kondisi fisik dan mental. Ia ingin tampil maksimal di partai puncak dan memanfaatkan waktu yang ada sebaik mungkin.

Polytron Pontianak International Challenge 2026 merupakan bagian dari kalender resmi Badminton World Federation (BWF) dengan total hadiah 20 ribu dolar AS. Turnamen yang berlangsung pada 25-30 Agustus 2026 ini diikuti oleh atlet dari 17 negara, termasuk Indonesia, Cina Taipei, India, Malaysia, Thailand, Australia, dan Inggris.

Follow kabarsingkawang.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kalbar.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks