PONTIANAK — Kualitas udara di Pontianak berada dalam kondisi tidak sehat setelah ISPU menyentuh angka 193. Parameter kritis yang terpantau adalah partikel halus PM2,5 dengan temperatur udara mencapai 25,7 derajat Celsius.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menegaskan kondisi ini harus menjadi perhatian bersama, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta warga dengan riwayat gangguan pernapasan.
"Saya minta masyarakat tidak memaksakan diri beraktivitas di luar rumah apabila tidak mendesak," ujarnya di Pontianak, Senin.
Masker Kunci Utama Cegah Dampak Asap Karhutla
Edi menyebut paparan partikel halus PM2,5 dapat berdampak serius pada saluran pernapasan. Penggunaan masker menjadi langkah sederhana namun penting untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan.
"Masker ini penting untuk melindungi diri dari paparan asap. Jadi tidak menunggu sakit baru memakai masker," katanya.
Selain memakai masker, warga diminta memperbanyak minum air putih dan menjaga daya tahan tubuh. Jika mengalami gejala seperti batuk, sesak napas, mata perih, atau tenggorokan sakit, masyarakat diimbau segera memeriksakan diri.
956 Titik Panas Terpantau di Kalbar, Pontianak Aman?
Berdasarkan data BMKG Kalimantan Barat, sebaran titik panas pada 23 Agustus 2026 pukul 00.00 WIB hingga 23.00 WIB tercatat sebanyak 956 titik di Kalimantan Barat. Namun, tidak satu pun titik panas berada di wilayah Kota Pontianak.
Meski demikian, Edi menegaskan asap dari karhutla di sejumlah daerah tetap mempengaruhi kualitas udara di ibu kota provinsi tersebut.
"Walaupun titik panas di Pontianak tidak ada, asap dari daerah lain tetap berdampak kepada warga kita. Karena itu, kewaspadaan tetap harus kita tingkatkan," ujar Edi.
Pemkot Siagakan Posko Kesehatan dan Oksigen Gratis
Pemerintah Kota Pontianak terus menyiagakan layanan kesehatan untuk membantu masyarakat yang terdampak kabut asap. Warga yang mengalami keluhan pernapasan dapat mendatangi puskesmas terdekat, rumah sakit, atau Posko Segar di halaman PMI Kota Pontianak.
"Silakan datang ke puskesmas, rumah sakit, atau Posko Segar di halaman PMI apabila membutuhkan pemeriksaan kesehatan atau oksigen," katanya.
Edi berharap masyarakat saling mengingatkan untuk menjaga kesehatan, terutama di lingkungan keluarga dan sekitar tempat tinggal. Orang tua juga diminta membatasi aktivitas anak di luar rumah selama kualitas udara belum membaik.
"Yang paling penting, jaga kesehatan keluarga. Gunakan masker, kurangi aktivitas luar ruangan, dan segera periksa apabila ada keluhan," pungkasnya.