Kementerian Lingkungan Hidup (LH) mendorong perusahaan perkebunan dan tambang di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, untuk turut aktif dalam pencegahan dan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Wakil Menteri LH Diaz Faisal Malik Hendropriyono menegaskan penanganan karhutla tidak bisa diselesaikan pemerintah sendirian, melainkan butuh kolaborasi seluruh pihak, termasuk korporasi.
PONTIANAK — Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Faisal Malik Hendropriyono meminta perusahaan pemegang konsesi di Kalimantan Barat memperkuat pencegahan kebakaran hutan dan lahan melalui pengawasan ketat di kawasan masing-masing. Permintaan itu disampaikan saat meninjau langsung lahan gambut terdampak karhutla di Kalimantan Barat, Minggu.
"Saya rasa kita tidak bisa menyelesaikan ini dengan satu solusi saja atau dengan satu instansi saja. Kita butuh bantuan dari bapak dan ibu sekalian untuk bersama-sama mencegah hal ini terjadi lagi," kata Diaz dalam keterangannya di Pontianak.
Api di Lahan Gambut Sulit Dipadamkan Jika Air Lebih Dalam dari 40 Cm
Dari hasil peninjauan di lapangan, Diaz menemukan tantangan besar dalam memadamkan api di lahan gambut. Api dapat berada jauh di bawah permukaan tanah dan sulit dijangkau alat konvensional.
"Kalau sudah terbakar, kita lihat sendiri bagaimana sulitnya masuk ke dalam. Apinya berada di bawah dan kalau airnya sudah lebih dalam dari 40 centimeter, air tidak bisa masuk lagi ke bawah," jelasnya.
Kondisi ini membuat upaya pencegahan menjadi prioritas utama. Penanganan karhutla tidak boleh hanya dilakukan ketika api sudah meluas dan sulit dikendalikan.
Pemerintah Terbitkan Moratorium Pembukaan Lahan yang Berpotensi Kebakaran
Pemerintah telah menerbitkan surat edaran terkait moratorium pembukaan lahan yang berpotensi menimbulkan kebakaran. Namun, Diaz menilai efektivitas kebijakan tersebut tetap bergantung pada pengawasan ketat di lapangan.
Ia meminta perusahaan tidak hanya memberikan bantuan ketika kebakaran terjadi, tetapi turut berkontribusi dalam upaya pencegahan meskipun kawasan yang terbakar bukan berada di dalam konsesinya.
"Ini bukan berarti saya hanya meminta perusahaan membantu saya. Bukan membantu saya, tetapi membantu kita semua. Karena pada akhirnya dampaknya dirasakan seluruh masyarakat dan Indonesia," tegas Diaz.
Presiden Prabowo Turun Langsung Pantau Karhutla di Kalbar
Diaz menilai kondisi karhutla di lahan gambut saat ini cukup luar biasa sehingga membutuhkan penanganan serius dan berkelanjutan. Bahkan, Presiden Prabowo Subianto telah turun langsung ke Kalimantan Barat untuk melihat kondisi karhutla dan memastikan penanganannya.
Dia mengapresiasi perusahaan yang telah menyatakan kesediaannya membantu penanganan karhutla serta memberikan dukungan terhadap upaya pemerintah.
"Saya minta disampaikan kepada manajemen dan direktur masing-masing perusahaan ucapan terima kasih dan apresiasi dari saya atas bantuan atau paling tidak niat untuk membantu kita. Itu kita apresiasi," ujarnya.
Koordinasi Hulu-Hilir Diperkuat untuk Deteksi Dini Kebakaran
Diaz berharap pemerintah daerah, perusahaan, aparat penegak hukum, Manggala Agni, dan masyarakat dapat memperkuat koordinasi mulai dari tingkat hulu. Dengan begitu, potensi kebakaran dapat dideteksi dan ditangani sedini mungkin.
"Kalau kita serius dan bapak-bapak juga serius membantu, bukan membantu saya atau pemerintah, tetapi membantu daerah dan perusahaan bapak sendiri, saya yakin kita bisa mencegah kejadian seperti ini berulang," kata Diaz.
Pemerintah akan terus mendorong daerah memperkuat pengawasan terhadap pembukaan lahan, termasuk memastikan ketentuan terkait pencegahan karhutla diterapkan secara konsisten di seluruh wilayah Kalimantan Barat.