Pencarian

Delapan Titik Api Karhutla di Nanga Pinoh Terpantau, Polsek Ground Check ke Desa Merpak dan Engkurai

Minggu, 23 Agustus 2026 • 14:12:01 WIB
Delapan Titik Api Karhutla di Nanga Pinoh Terpantau, Polsek Ground Check ke Desa Merpak dan Engkurai
Petugas gabungan Polsek Nanga Pinoh melakukan pemadaman manual di titik api yang terpantau di Desa Merpak dan Engkurai.

MELAWI — Upaya penanganan karhutla di wilayah Kabupaten Melawi kembali dihadapkan pada kendala medan. Dari delapan titik api yang berhasil diidentifikasi, petugas kesulitan melakukan pemadaman lantaran lokasi kebakaran berada jauh dari permukiman dan hanya bisa diakses melalui jalan tanah berbukit.

Kapolsek Kota Nanga Pinoh, IPTU Jamidi, mengungkapkan bahwa seluruh titik api yang terpantau berada di lahan dengan jenis tanah mineral. Kondisi ini membuat api cepat menyebar di permukaan, tetapi upaya pemadaman justru terkendala keterbatasan peralatan dan sulitnya mencari sumber air di sekitar lokasi kejadian.

Petugas Padamkan Api dengan Peralatan Seadanya

Dalam kegiatan tersebut, personel gabungan Polsek Nanga Pinoh mendatangi langsung setiap titik koordinat yang terdeteksi. Mereka melakukan pemadaman manual menggunakan peralatan yang tersedia di lapangan, seperti geprek dan alat sederhana lainnya, sembari memastikan api tidak merembet ke area perkebunan warga.

“Dari hasil ground check, terdapat delapan titik api yang tersebar di wilayah Kecamatan Pinoh Utara, tepatnya di Desa Merpak dan Desa Engkurai,” ungkap Kapolres Melawi AKBP Askhabul Kahfi melalui Kapolsek Kota Nanga Pinoh, IPTU Jamidi, Sabtu (22/8/2026).

Selain memadamkan api, petugas juga mendokumentasikan kondisi lapangan dan memberikan imbauan langsung kepada masyarakat sekitar agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar.

Cuaca Kering Picu Api Mudah Meluas

Kapolres Melawi mengingatkan bahwa kondisi cuaca kering yang melanda wilayah Kalimantan Barat saat ini meningkatkan risiko kebakaran. Api yang awalnya kecil dapat dengan cepat meluas dan sulit dikendalikan, terutama di kawasan yang minim sumber air seperti di Pinoh Utara.

“Kami mengimbau dan mengajak masyarakat untuk segera melaporkan apabila menemukan titik api atau kebakaran lahan, sehingga penanganan dapat dilakukan sedini mungkin sebelum api meluas,” harap Jamidi.

Pihak kepolisian memastikan patroli dan monitoring titik api akan terus dilakukan secara berkala. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan aktivitas pembakaran dalam kondisi apa pun, mengingat sanksi hukum pidana juga mengancam pelaku pembakaran lahan.

Follow kabarsingkawang.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: suarakalbar.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks