PONTIANAK — Suntikan dana segar untuk dunia pendidikan di ibu kota Kalimantan Barat ini mulai mengalir. Revitalisasi sekolah menjadi prioritas dengan anggaran Rp27,4 miliar yang sudah dialokasikan, membuka harapan baru bagi siswa untuk belajar dalam lingkungan yang lebih representatif.
Anggaran Rp27,4 Miliar untuk Sekolah Mana Saja?
Dana sebesar itu direncanakan untuk perbaikan fisik bangunan sekolah yang sudah tidak layak. Mulai dari renovasi ruang kelas, perpustakaan, hingga fasilitas penunjang lainnya. Pemerintah Kota Pontianak belum merinci daftar sekolah yang akan menerima revitalisasi pada tahap ini.
Proses verifikasi tengah berjalan untuk memastikan sasaran tepat sasaran. Sekolah-sekolah dengan kondisi bangunan kritis menjadi prioritas utama dalam program ini.
Bantuan Tahun 2026: Antara Harapan dan Verifikasi
Selain anggaran tahun ini, Pemkot Pontianak juga tengah memproses proposal bantuan untuk tahun 2026. Sayangnya, status bantuan tersebut masih berada di tahap verifikasi. Belum ada kepastian apakah dana akan turun atau harus menunggu putaran anggaran berikutnya.
Proses verifikasi melibatkan tim teknis dari dinas pendidikan dan badan perencanaan daerah. Mereka menilai urgensi, kelayakan, serta dampak dari setiap usulan proyek revitalisasi.
Apa Dampaknya bagi Siswa dan Guru?
Dengan adanya revitalisasi, diharapkan kenyamanan belajar meningkat. Ruang kelas yang lebih baik, ventilasi yang memadai, dan fasilitas yang terawat menjadi faktor penting dalam kualitas pendidikan.
Seorang guru di Pontianak menyambut baik kabar ini. Ia berharap proses verifikasi berjalan cepat agar sekolah-sekolah yang membutuhkan segera mendapatkan perbaikan. "Kami sudah lama menunggu. Semoga tahun depan sudah ada perubahan," ujarnya.
Langkah Selanjutnya: Eksekusi di Lapangan
Setelah verifikasi rampung, tahap selanjutnya adalah lelang proyek dan pelaksanaan konstruksi. Pemkot Pontianak menargetkan pengerjaan bisa dimulai pada semester pertama tahun anggaran berjalan.
Masyarakat dan orang tua siswa diimbau untuk ikut mengawasi jalannya proyek revitalisasi. Partisipasi aktif dari warga diharapkan dapat menjaga kualitas dan ketepatan waktu pengerjaan.