Pencarian

Gubernur Kalbar Ria Norsan Hadiri Pagelaran Wayang Kulit Semalam Suntuk, Tegaskan Budaya sebagai Perekat Persatuan

Senin, 22 Juni 2026 • 17:04:01 WIB
Gubernur Kalbar Ria Norsan Hadiri Pagelaran Wayang Kulit Semalam Suntuk, Tegaskan Budaya sebagai Perekat Persatuan
Gubernur Kalbar Ria Norsan menghadiri pagelaran wayang kulit dalam rangka perayaan HUT ke-62 Kesenian Kuda Kepang Maju Tresno di Pontianak.

PONTIANAK — Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan menekankan pentingnya budaya sebagai perekat persatuan di tengah kemajemukan daerah. Hal itu disampaikannya saat menghadiri Perayaan Hari Ulang Tahun ke-62 Kesenian Kuda Kepang Maju Tresno di Gang Bima Sakti 3, Siantan Hulu, Kota Pontianak, Minggu (21/6/2026).

Wayang Bukan Sekadar Tontonan

Pada kesempatan itu, masyarakat disuguhkan pagelaran wayang kulit dengan lakon "Bardahe Lakopolo" yang dibawakan Dalang Ki Saminggun Anggit Purwoko dari Kebumen, Jawa Tengah. Gubernur Ria Norsan menyebut wayang kulit sarat dengan nilai-nilai kehidupan.

"Wayang kulit bukan sekadar tontonan, tetapi juga tuntunan yang mengandung nilai-nilai luhur kehidupan," ujar Ria Norsan dalam sambutannya.

Ia secara khusus mengapresiasi filosofi yang diangkat Kesenian Maju Tresno, yakni Memayu Mayuni Mawana. Filosofi itu, menurutnya, mengingatkan bahwa menjaga dan merawat warisan budaya merupakan bagian dari upaya memperindah tatanan kehidupan.

Apresiasi untuk Paguyuban Jawa Kalbar

Gubernur menyampaikan apresiasi kepada keluarga besar Paguyuban Jawa Kalimantan Barat atas konsistensinya menjaga budaya leluhur. Usia 62 tahun perjalanan organisasi itu dinilai sebagai bukti nyata ketekunan dan komitmen dalam mempertahankan warisan budaya di tanah Borneo.

Norsan menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat untuk mendukung pelestarian budaya sebagai bagian penting dari pembangunan daerah. Menurutnya, Kalbar yang kaya akan keberagaman suku, agama, dan budaya membutuhkan peran semua elemen untuk terus menjaga harmoni.

Rangkaian Kegiatan Sosial dan Kirab Budaya

Selain pagelaran wayang, rangkaian kegiatan Grebeg Syura yang dimulai sejak 20 Juni 2026 juga mencakup sunatan massal dan kirab budaya. Gubernur menilai kegiatan itu memperkuat nilai gotong royong dan kepedulian sosial di masyarakat.

"Kita memiliki keberagaman yang menjadi kekuatan bersama. Jangan jadikan perbedaan sebagai pemisah, tetapi jadikan sebagai perekat persatuan dan kesatuan untuk membangun Kalimantan Barat yang lebih maju," pesannya.

Paguyuban Jawa Aktif di Seluruh Kabupaten/Kota

Ketua Paguyuban Jawa Kalimantan Barat, Purwanto, menyampaikan bahwa organisasinya telah berkembang di seluruh kabupaten dan kota di provinsi tersebut. Ia menjelaskan, berbagai kegiatan pelestarian budaya terus digalakkan untuk memperkuat nilai kebersamaan dan keberagaman.

"Pelestarian budaya yang kita lakukan diharapkan menjadi perekat kebhinekaan dan menjaga nilai-nilai tradisi luhur masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat Jawa di Kalimantan Barat," ungkap Purwanto.

Turut hadir dalam acara tersebut Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Provinsi Kalimantan Barat, Ketua DPRD Kota Pontianak, serta tokoh agama dan masyarakat setempat.

Bagikan
Sumber: suarakalbar.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks