Pencarian

Zelenskyy Sebut Serangan Drone ke Rusia sebagai Pembalasan atas Penghancuran Biara di Kyiv

Jumat, 19 Juni 2026 • 15:10:31 WIB
Zelenskyy Sebut Serangan Drone ke Rusia sebagai Pembalasan atas Penghancuran Biara di Kyiv
Presiden Zelenskyy menyatakan serangan drone ke Rusia sebagai pembalasan atas penghancuran biara di Kyiv.

KALIMANTAN BARAT — Pernyataan tegas itu disampaikan Zelenskyy di tengah eskalasi serangan udara yang belum mereda antara kedua negara. Ia menekankan bahwa setiap serangan terhadap situs budaya dan keagamaan Ukraina akan mendapat jawara setimpal dari pasukannya. "Ini adalah pembalasan atas apa yang mereka lakukan terhadap biara kami," ujar Zelenskyy dalam pernyataan resmi yang dirilis kantor kepresidenan, kemarin.

Biara Bersejarah Jadi Target, Kyiv Laporkan Kerusakan Parah

Serangan yang memicu reaksi keras ini menargetkan salah satu kompleks biara tertua di Kyiv. Menurut otoritas setempat, bangunan yang memiliki nilai arsitektur dan spiritual tinggi itu mengalami kerusakan signifikan akibat bombardir. Belum ada laporan resmi mengenai jumlah korban jiwa dari insiden tersebut, namun citra satelit menunjukkan sebagian atap dan dinding biara runtuh.

Zelenskyy menyebut tindakan Rusia sebagai bentuk teror budaya yang disengaja. Ia mendesak komunitas internasional untuk memberikan respons lebih keras terhadap Moskow. "Ini bukan sekadar serangan militer. Ini adalah upaya sistematis untuk menghapus identitas kami," tambahnya.

Drone Ukraina Terus Menekan Infrastruktur Rusia

Dalam beberapa pekan terakhir, Ukraina meningkatkan frekuensi serangan drone ke wilayah Rusia, menargetkan depot bahan bakar, pangkalan udara, dan pusat logistik militer. Meski Moskow mengklaim sebagian besar drone berhasil dijatuhkan, serangan ini tetap menimbulkan gangguan operasional dan psikologis bagi pasukan Rusia di garis depan.

Para analis militer menilai strategi ini dirancang untuk memaksa Rusia mengalihkan sumber daya pertahanan udaranya ke dalam negeri. Dengan begitu, tekanan terhadap posisi Ukraina di medan tempur timur dan selatan bisa berkurang. Namun, risiko eskalasi tetap tinggi, terutama jika serangan mencapai target sipil atau fasilitas energi strategis Rusia.

Komunitas Internasional Belum Sepakat Soal Respons

Serangan balasan ini kembali memicu perdebatan di forum internasional. Sejumlah negara Barat mendukung hak Ukraina untuk membela diri, termasuk menyerang target militer di dalam wilayah Rusia. Namun, beberapa negara lain, termasuk China dan India, mendesak kedua belah pihak untuk menahan diri dan kembali ke jalur diplomasi.

Belum ada pernyataan resmi dari PBB atau Dewan Keamanan mengenai insiden penghancuran biara di Kyiv. Pengamat menilai situasi di medan perang masih terlalu cair untuk menghasilkan resolusi yang mengikat. Sementara itu, warga sipil di kedua sisi perbatasan kembali menjadi pihak yang paling terdampak dari meningkatnya intensitas serangan ini.

Bagikan
Sumber: news.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks