KALIMANTAN BARAT — Antam resmi memangkas harga jual perak batangan hari ini. Mengacu pada laman Logam Mulia, harga perak ukuran 250 gram dibanderol Rp 12.175.000, sedangkan bobot 500 gram senilai Rp 23.425.000. Produk yang tersedia meliputi batangan 250 gram, 500 gram, dan perak butiran murni 99,95 persen.
Pasar Bereaksi pada Isyarat Damai AS-Iran
Pelemahan harga perak Antam sejalan dengan pergerakan harga perak dunia. Mengutip data Trading Economics, harga perak global turun 0,83 persen ke level US$ 69,40 per ons troi. Angka itu mendekati level psikologis US$ 70 yang sempat bertahan setelah harga naik hampir 3 persen di sesi sebelumnya.
Katalis utama penurunan ini adalah ekspektasi kesepakatan damai antara AS dan Iran. Kedua negara sepakat membuka kembali Selat Hormuz, yang sebelumnya menjadi sumber kekhawatiran kenaikan biaya logistik dan inflasi global. Nota kesepahaman dijadwalkan ditandatangani di Swiss pada Jumat pekan ini.
Meski demikian, investor masih bergerak hati-hati. Washington dan Teheran belum merilis teks resmi perjanjian. Pasar menunggu detail nota sembari mengkalkulasi ulang probabilitas kenaikan suku bunga acuan.
Suku Bunga Jadi Penentu Selanjutnya
Kekhawatiran inflasi yang mereda akibat prospek damai langsung mengubah ekspektasi suku bunga. Data CME FedWatch menunjukkan probabilitas kenaikan suku bunga AS pada Desember turun menjadi 58 persen, dari sebelumnya hampir 70 persen pekan lalu. Perubahan ini signifikan karena logam mulia seperti perak dan emas cenderung tertekan saat suku bunga naik.
Perhatian pasar kini tertuju pada pertemuan bank sentral AS, Federal Reserve, pada 16-17 Juni. Ini merupakan sidang pertama yang dipimpin oleh Ketua baru Kevin Warsh. "Pergerakan harga emas selanjutnya sepenuhnya bergantung pada Warsh, nada bicaranya, dan apa yang akan dia katakan tentang jalur suku bunga," ujar Chief Market Analyst Blue Line Futures, Phillip Streible.
Emas Justru Menguat, Indeks Dolar Melemah
Di sisi lain, harga emas dunia mencatat penguatan selama tiga sesi beruntun. Emas spot naik 2,6 persen ke US$ 4.327,82 per ons, level tertinggi sejak 5 Juni. Kontrak berjangka emas AS ditutup menguat 2,7 persen ke US$ 4.351,6.
Penguatan emas ditopang oleh pelemahan indeks dolar AS sebesar 0,2 persen. Dolar yang lebih lemah membuat logam mulia yang dihargai dalam dolar menjadi lebih terjangkau bagi pemegang mata uang lain. Sentimen damai juga menekan imbal hasil obligasi pemerintah AS dan harga minyak, dua aset yang sebelumnya menjadi pemicu inflasi.
Streible menambahkan, pasar kini telah "melewati konflik" dan mengabaikan faktor perang. Berita kesepakatan damai justru menurunkan imbal hasil obligasi, dolar, dan minyak—yang merupakan risiko inflasi terbesar.