MELAWI — Peningkatan ruas Jalan Simpang Nasional menuju Tiong Keranjik di Kecamatan Belimbing Hulu memasuki tahap akhir pengerjaan. Proyek yang dibiayai APBN Tahun Anggaran 2026 dengan nilai kontrak Rp 16.467.885.000 itu dikerjakan oleh PT Kencana Indah Inti Sejahtera di bawah pengawasan Balai Pelaksana Jalan Nasional Kalimantan Barat.
Meski secara kasat mata pengerjaan aspal terlihat rapi, sejumlah warga yang enggan disebutkan namanya menemukan indikasi masalah di beberapa titik. Aspal diduga mulai terlepas dari lapisan Pondasi Agregat Kelas A (LPA) — kondisi yang bisa memperpendek usia jalan secara signifikan.
Dugaan Penyebab: Stripping Akibat Air dan Pemadatan Kurang Maksimal
Menurut pengamatan warga setempat, ada beberapa faktor yang diduga menjadi penyebab aspal terlepas. Pertama, masuknya air yang merusak ikatan aspal (stripping). Kedua, agregat yang kotor saat penghamparan. Ketiga, pemadatan LPA yang kurang maksimal, dan keempat, suhu penghamparan aspal yang tidak sesuai standar Job Mix Formula.
"Jika itu yang terjadi, maka usia jalan tidak akan mampu bertahan sesuai dengan perencanaan," ujar seorang warga yang enggan disebutkan identitasnya.
Anggaran di Tengah Efisiensi, Warga Minta Kualitas Dijaga
Proyek ini dikerjakan di tengah arahan pemerintah pusat untuk melakukan efisiensi anggaran. Meski demikian, Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum Direktorat Jenderal Bina Marga tetap merealisasikan pembangunan jalan dan jembatan sebagai infrastruktur prioritas.
Jalan merupakan urat nadi ekonomi masyarakat — baik untuk aktivitas ekonomi, pendidikan, kesehatan, maupun pelayanan publik. Maka dari itu, warga berharap pekerjaan finishing benar-benar sesuai dengan klasifikasi mutu dan perencanaan teknis.
"Kita perlu apresiasi kepada pemerintah yang selalu berupaya melakukan perbaikan infrastruktur. Namun, kita juga harus bersikap kritis untuk memastikan pekerjaan dilaksanakan sesuai mutu sehingga umur pembangunan bisa bertahan," tambah sumber yang sama.
Belum Ada Pernyataan Resmi dari Kontraktor dan Balai Jalan Nasional
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari PT Kencana Indah Inti Sejahtera selaku kontraktor pelaksana maupun dari Satuan Kerja Jalan Nasional Wilayah II Provinsi Kalimantan Barat terkait temuan dugaan kelemahan teknis di lapangan. Pembangunan jalan ini diharapkan rampung sesuai kontrak dan mampu melayani mobilitas warga di wilayah Belimbing Hulu dan sekitarnya.