KALIMANTAN BARAT — Head of Public & Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther T. Panjaitan, mengungkapkan bahwa angka 20.000 tersebut merupakan akumulasi prospek dari konsumen yang menunjukkan minat serius, namun belum seluruhnya berujung pada pemesanan resmi. Fokus awal perusahaan, menurut Luther, lebih pada edukasi pasar ketimbang mengejar surat pemesanan kendaraan (SPK).
"Pada tahap awal, sebelum harga resmi diumumkan, kami lebih fokus mengedukasi masyarakat mengenai teknologi DM. Karena harga belum diluncurkan saat itu, aktivitas kami memang belum diarahkan untuk mengejar SPK," ujar Luther saat ditemui di Jakarta, Jumat (12/6/2026).
Antusiasme Langsung Berujung Pembayaran Tunai
Meski demikian, antusiasme yang muncul terbilang tinggi. Luther mencontohkan bahwa pada hari peluncuran harga resmi, masih ada konsumen yang bersedia langsung melakukan pembayaran penuh tanpa menunggu proses pemesanan panjang.
"Itu pun ternyata, contohnya, hari ini kita bawa 20 konsumen yang tetap mau melakukan pembayaran. Kita calculate itu, leads atau hot prospect yang masuk. tadi sekitar 20.000-an kita terima," kata Luther.
Distribusi Perdana Belum Pasti, Produksi Lokal Jadi Kunci
BYD belum bisa memastikan kapan unit M6 DM akan mulai diserahkan kepada konsumen. Saat ini, perusahaan masih melakukan rekapitulasi data pemesanan dari seluruh diler, termasuk konsumen yang sudah melakukan down payment maupun pelunasan penuh.
Kepastian yang lebih jelas datang dari sisi produksi. Luther memastikan M6 DM akan dirakit secara lokal di fasilitas manufaktur BYD yang berlokasi di Subang, Jawa Barat. Langkah ini menjadi strategi utama untuk menjaga pasokan dan efisiensi biaya di pasar Indonesia.
"Produksinya akan kami optimalkan di Indonesia. Kami juga sudah mulai mengirim unit ke beberapa cabang sebagai kendaraan display dan test drive. Secara bertahap, pasokan unit akan terus kami distribusikan," ujar Luther.
Unit Display dan Test Drive Mulai Tersebar
Sebagai langkah awal distribusi, BYD telah mengirimkan sejumlah unit M6 DM ke beberapa cabang dealer. Unit-unit tersebut berfungsi sebagai kendaraan pajang (display) dan kendaraan uji coba (test drive) bagi calon konsumen yang ingin merasakan langsung teknologi PHEV tersebut sebelum memutuskan membeli.
Dengan dimulainya distribusi unit display dan produksi lokal di Subang, BYD optimistis dapat memenuhi permintaan pasar yang tinggi terhadap M6 DM. Langkah ini juga menjadi sinyal bahwa persaingan di segmen mobil hybrid Indonesia akan semakin ketat dalam waktu dekat.