Pencarian

Limbah Dapur MBG Teluk Batang Diduga Cemari Lingkungan, Kepala Regional Kalbar Buka Suara soal Penggantian IPAL

Jumat, 05 Juni 2026 • 18:44:47 WIB
Limbah Dapur MBG Teluk Batang Diduga Cemari Lingkungan, Kepala Regional Kalbar Buka Suara soal Penggantian IPAL
Kepala Regional Kalbar memantau kondisi instalasi pengolahan limbah dapur MBG di Teluk Batang.

TELUK BATANG — Sorotan terhadap pengelolaan limbah dapur MBG di Teluk Batang mencuat setelah muncul dugaan pembuangan limbah yang tidak sesuai prosedur. Persoalan ini diperparah dengan rencana penggantian instalasi pengolahan air limbah (IPAL) yang dinilai belum optimal.

Awal Mula: Dugaan Pembuangan Limbah yang Memicu Pertanyaan

Informasi yang berkembang di masyarakat menyebutkan bahwa limbah cair dari proses produksi dapur MBG diduga langsung dibuang tanpa melalui pengolahan yang memadai. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran akan dampak pencemaran terhadap saluran air dan lingkungan sekitar di kawasan Teluk Batang.

Belum ada pernyataan resmi dari pihak pengelola dapur mengenai detail teknis pembuangan limbah tersebut. Namun, isu ini langsung mendapat respons dari jajaran pimpinan regional.

Proses Investigasi: Kepala Regional Buka Suara

Kepala Regional Kalbar akhirnya memberikan tanggapan atas polemik yang berkembang. Ia mengakui bahwa pihaknya telah menerima laporan terkait kondisi IPAL di dapur MBG Teluk Batang.

“Kami sudah turun ke lapangan untuk mengecek langsung. Memang ada beberapa catatan yang perlu dibenahi, termasuk terkait kapasitas dan fungsi IPAL yang ada,” ujarnya dalam keterangan yang diterima, Senin lalu.

Pernyataan ini menjadi titik terang setelah sebelumnya masyarakat dan sejumlah pihak mempertanyakan komitmen pengelola terhadap standar lingkungan.

Apa Langkah Berikutnya? Penggantian IPAL Jadi Solusi

Menanggapi temuan tersebut, Kepala Regional Kalbar menyebutkan bahwa penggantian instalasi pengolahan air limbah menjadi langkah prioritas. IPAL yang ada saat ini dinilai tidak lagi memadai untuk menampung dan mengolah limbah dapur yang volumenya terus meningkat seiring operasional program.

“Kami sedang memproses pengadaan IPAL baru yang sesuai standar. Prosesnya sudah berjalan dan targetnya segera terealisasi agar tidak ada lagi potensi pencemaran,” tambahnya.

Langkah ini diambil untuk memastikan seluruh limbah dapur MBG di Teluk Batang dapat diolah secara tuntas sebelum dibuang ke lingkungan. Hal ini sekaligus menjawab kekhawatiran warga yang sempat muncul.

Dampak dan Pengawasan ke Depan

Persoalan limbah ini menjadi pengingat pentingnya pengawasan ketat terhadap setiap unit dapur MBG yang beroperasi di daerah. Masyarakat berharap agar pengelolaan limbah tidak hanya menjadi formalitas, tetapi benar-benar diterapkan untuk menjaga kelestarian lingkungan di Kalimantan Barat.

Pihak regional berjanji akan meningkatkan pengawasan dan transparansi pengelolaan limbah di seluruh titik dapur MBG. Evaluasi berkala terhadap instalasi pengolahan limbah akan dilakukan untuk mencegah terulangnya dugaan pencemaran serupa di kemudian hari.

Bagikan
Sumber: pontianakpost.jawapos.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks