Pencarian

Orangutan Terluka Masuk Sawah dan Dekati Permukiman Warga di Seponti, Kayong Utara

Selasa, 26 Mei 2026 • 19:09:32 WIB
Orangutan Terluka Masuk Sawah dan Dekati Permukiman Warga di Seponti, Kayong Utara
Orangutan terluka ditemukan di pematang sawah dekat permukiman warga Seponti, Kayong Utara.

KAYONG UTARA — Kemunculan orangutan di area permukiman warga di Seponti, Kayong Utara, memicu respons cepat dari petugas. Satwa primata tersebut terlihat berjalan di pematang sawah, tidak jauh dari pemukiman penduduk, pada Kamis pagi. Warga yang panik segera melapor ke perangkat desa dan pihak berwenang.

Awal Mula: Laporan Warga yang Memicu Penyelamatan

Informasi yang dihimpun dari warga sekitar, orangutan tersebut pertama kali terlihat oleh seorang petani yang hendak ke sawah sekitar pukul 07.00 WIB. Petani itu melihat satwa tersebut merayap pelan di pinggir parit, dengan gerakan yang tampak tidak biasa. “Kelihatannya jalannya pincang, mungkin kena jerat atau luka,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Setelah laporan diterima, tim BKSDA Kalbar bersama Polsek Seponti bergerak ke lokasi. Mereka membawa peralatan evakuasi dan obat-obatan untuk pertolongan pertama. Warga setempat diminta tidak mendekat agar satwa tidak semakin stres.

Proses Evakuasi: Tim Berusaha Menjinakkan Satwa Stres

Proses evakuasi berlangsung hati-hati. Petugas BKSDA mendekati orangutan yang saat itu sudah berada di tepi hutan sekunder dekat sawah. Satwa tersebut menunjukkan gelagat agresif karena kondisi fisiknya yang lemah dan luka di bagian kaki.

“Kami lakukan pendekatan dengan alat bius jarak jauh. Setelah terkena bius, satwa baru bisa diamankan,” kata petugas BKSDA di lokasi. Proses ini memakan waktu sekitar dua jam karena medan yang berlumpur dan akses yang terbatas.

Kondisi Orangutan: Diduga Terluka Akibat Konflik dengan Manusia

Setelah berhasil dievakuasi, tim medis BKSDA memeriksa kondisi orangutan tersebut. Ditemukan luka terbuka di bagian kaki kanan dan beberapa bekas luka di punggung. Diduga luka tersebut akibat terkena jerat pemburu atau benturan dengan alat pertanian.

Orangutan itu kini menjalani perawatan intensif di pusat rehabilitasi BKSDA Kalbar di Ketapang. Tim dokter hewan akan memantau perkembangannya selama beberapa hari ke depan sebelum memutuskan langkah selanjutnya, termasuk kemungkinan pelepasliaran kembali ke habitat alami.

Apa yang Terjadi Selanjutnya? Habitat dan Ancaman Berulang

Kepala BKSDA Kalbar menyebutkan bahwa konflik antara satwa liar dan manusia di wilayah Kayong Utara kerap terjadi akibat menyempitnya hutan. “Kami akan melakukan sosialisasi ke masyarakat sekitar agar tidak membuka lahan dengan cara membakar atau memasang jerat,” ujarnya.

Warga diimbau untuk segera melapor jika menemukan satwa liar yang masuk ke permukiman. Sementara itu, orangutan yang dievakuasi diharapkan pulih dalam waktu dua pekan dan bisa kembali ke habitatnya di kawasan hutan lindung Seponti.

Bagikan
Sumber: pontianakpost.jawapos.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks