KALIMANTAN BARAT — Pesta juara Arsenal sudah bisa dimulai sejak peluit panjang dibunyikan wasit. Ribuan suporter yang memadati tribun tandang langsung meledak dalam euforia, menandai kebangkitan tim asuhan Mikel Arteta di kasta tertinggi sepak bola Inggris.
Dua Gol Cepat Arsenal Hancurkan Perlawanan Palace
Arsenal tampil efisien di babak pertama. Gabriel Jesus membuka keunggulan pada menit ke-42, memanfaatkan umpan Gabriel Martinelli. Tiga menit setelah jeda, giliran Noni Madueke menggandakan skor lewat tendangan voli keras yang tak mampu diantisipasi Dean Henderson.
Unggul dua gol membuat Arteta leluasa melakukan rotasi pemain. Pelatih asal Spanyol itu mulai menarik beberapa pilar untuk menghemat tenaga jelang final Liga Champions di Budapest pekan depan.
Drama Menit Akhir: VAR Anulir Gol Penyeimbang Palace
Crystal Palace tidak menyerah begitu saja. Jean-Philippe Mateta memperkecil ketertinggalan menjadi 1-2 pada menit ke-88 lewat sundulan akurat. Tuan rumah nyaris menyamakan kedudukan di masa injury time melalui Yeremy Pino, namun wasit menganulir gol tersebut setelah meninjau VAR karena posisi offside.
Tekanan bertubi-tubi dari Palace hingga menit akhir gagal menjebol pertahanan Arsenal. The Gunners bertahan dengan disiplin untuk mengamankan tiga poin yang membawa mereka ke puncak klasemen akhir musim.
Kebangkitan Arteta: Dari Krisis ke Trofi Premier League
Trofi ini menjadi yang pertama bagi Arsenal di Premier League sejak musim 2003/2004 — masa kejayaan The Invincibles. Mikel Arteta kini berhasil membangun skuad yang tidak hanya kompetitif, tetapi juga mampu bersaing di level tertinggi Eropa.
Setelah seremoni pengangkatan trofi, fokus Arsenal langsung beralih ke partai final Liga Champions. Namun untuk malam ini, London Utara punya alasan untuk berpesta tanpa batas.