KUBU RAYA — Lakon “Semar Mbangun Khayangan” yang dibawakan dalang perempuan asal Wonogiri, Nyi Wulan Sri Panjang Mas, sukses memukau ratusan penonton yang memadati Taman Dirgantara Supadio, Sabtu (23/5/2026) malam. Pagelaran wayang kulit itu menjadi puncak peringatan Hari Ulang Tahun ke-17 Paguyuban Giri Mulyo Wonogiri Kalbar.
Ketua Paguyuban Giri Mulyo Wonogiri Kalbar, AKP (Purn) Suharto, menyebut kegiatan ini bukan sekadar hiburan. “Ini menjadi momentum silaturahmi dan pelestarian budaya. Kami berharap kebersamaan seperti ini terus terjaga demi memperkuat persaudaraan dan kerukunan masyarakat di Kalimantan Barat,” ujarnya.
Pesan Persatuan di Tengah Keberagaman
Lakon “Semar Mbangun Khayangan” yang dipilih dinilai sarat pesan kebijaksanaan, gotong royong, dan perjuangan membangun kehidupan yang harmonis. Dalam kisah pewayangan, tokoh Semar digambarkan sebagai figur sederhana namun bijaksana yang berupaya membangun tatanan kehidupan yang damai dan adil.
Pesan moral itu, menurut panitia, sangat relevan dengan kondisi masyarakat Kalbar yang multietnis. “Kegiatan ini menjadi ajang mempererat tali persaudaraan antarwarga Jawa se-Kalbar sekaligus menjaga warisan budaya leluhur agar tetap dikenal generasi muda,” tambah Suharto.
Wakil Bupati Apresiasi Pelestarian Budaya
Wakil Bupati Kubu Raya H. Sukiryanto, S.Ag yang hadir mewakili Bupati Sujiwo, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap pagelaran tersebut. Ia menegaskan, tradisi wayang kulit adalah warisan anak bangsa yang harus terus dilestarikan di tengah gempuran zaman.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Kubu Raya, saya mengucapkan selamat ulang tahun ke-17 kepada Paguyuban Giri Mulyo Wonogiri Kalbar. Pagelaran wayang kulit ini adalah tradisi anak bangsa yang harus terus kita lestarikan bersama,” kata Sukiryanto dalam sambutannya.
Sukiryanto juga menyampaikan salam hangat dari Bupati Kubu Raya, H. Sujiwo, SE., M.Sos, yang merupakan putra daerah asal Wonogiri. Bupati disebutkan sangat ingin hadir namun sedang menjalankan tugas kedinasan di luar daerah.
Dukungan Pemkab untuk Semua Paguyuban Etnis
Wakil Bupati menegaskan, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya tidak hanya mendukung paguyuban etnis Jawa, melainkan seluruh paguyuban etnis yang ada di daerah tersebut. Hal ini, kata dia, menjadi bagian dari upaya memperkuat persatuan dan kesatuan masyarakat.
“Bukan hanya etnis Jawa saja, tetapi seluruh paguyuban etnis di Kabupaten Kubu Raya akan menjadi perhatian pemerintah daerah dalam rangka menjaga persatuan, kebersamaan, dan keharmonisan masyarakat,” tegasnya.
Suasana penuh kekeluargaan mewarnai jalannya acara yang turut dihadiri Komandan Lanud Supadio Marsekal Pertama TNI Sidik Setiyono, perwakilan Kodam XII/Pontianak, Rektor UNU Kalbar, MUI Kalbar, serta para sesepuh warga Jawa di Kabupaten Kubu Raya. Pagelaran wayang kulit yang berlangsung semalam suntuk itu pun menjadi bukti bahwa tradisi leluhur masih memiliki tempat di hati masyarakat perantauan.