Pencarian

Bencana Banjir di Sintang Kalbar: 13 Jembatan Gantung Putus, Akses Distribusi Bantuan ke Kecamatan Kayan Hilir Terhambat

Jumat, 22 Mei 2026 • 00:05:05 WIB
Bencana Banjir di Sintang Kalbar: 13 Jembatan Gantung Putus, Akses Distribusi Bantuan ke Kecamatan Kayan Hilir Terhambat
Banjir di Sintang menyebabkan 13 jembatan gantung putus, menghambat akses distribusi bantuan.

SINTANG — Banjir yang melanda Kabupaten Sintang sejak Minggu (17/5) lalu menyisakan kerusakan parah pada infrastruktur penghubung antarwilayah. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sedikitnya 13 jembatan gantung putus akibat terjangan air bah.

Dampak Paling Parah di Kecamatan Kayan Hilir

Putusnya belasan jembatan gantung itu bukan sekadar catatan kerusakan. Bagi warga di Kecamatan Kayan Hilir, kondisi ini menjadi tantangan besar. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyebut akses darat ke wilayah tersebut terputus.

"Tercatat ada 13 jembatan gantung yang putus serta satu akses jalan utama masih terendam air," kata Abdul di Jakarta, Kamis (21/5). Ia menambahkan, situasi ini mempersulit tim reaksi cepat untuk mendistribusikan pasokan bantuan darurat ke lokasi-lokasi yang paling membutuhkan.

5.078 Kepala Keluarga Terdampak, Ratusan Rumah Rusak

Berdasarkan data pemutakhiran BNPB, banjir di Sintang berdampak pada 5.078 kepala keluarga. Mereka tersebar di 15 desa di beberapa kecamatan. Tidak hanya jembatan, lima unit rumah warga dilaporkan mengalami rusak berat akibat terjangan banjir.

Beberapa desa yang menjadi kantong penyintas antara lain Desa Nanga Toran dan Pakak di Kecamatan Kayan Hulu, Desa Landau Beringin dan Nanga Mau di Kecamatan Kayan Hilir, serta Desa Sungai Sintang dan Bengkuang di Kecamatan Kelam Permai.

Bagaimana Penanganan Darurat Saat Ini?

Tim reaksi cepat dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sintang saat ini masih berupaya melakukan penanganan darurat di lokasi kejadian. Prioritas utama adalah memastikan jalur distribusi bantuan tetap bisa berjalan meski akses darat utama terputus.

Alternatif jalur sungai dan jalur darat lain yang masih bisa dilalui tengah dimaksimalkan. Belum ada laporan resmi mengenai estimasi waktu perbaikan jembatan-jembatan yang putus, namun upaya evakuasi dan pemenuhan kebutuhan dasar warga terus dilakukan.

Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks